Chapter 44

1089 Words

Stefanni jelas saja merasa penasaran dengan siapa orang yang sudah dengan sengaja mengirim foto dirinya dengan sepupu laki-lakinya kepada Varo. Setahu Stefanni, ia tidak pernah memposting foto itu di media sosialnya. "Var, lo ada tanya nggak siapa nama yang sudah kirim foto itu ke elo?" tanya Stefanni. "Malas," singkat Varo. "Tapi, menurut gue, itu perlu diketahui, Var. Supaya kita berdua lebih hati-hati dengan orang," sahut Stefanni. "Palingan nanti pas gue tanya, dia pasti enggak akan jawab, atau mungkin, malahan nomor gue diblokir sama dia." "Lo mau lihat gue penasaran terus begini?" "Gampang kok, tinggal elo lupakan dan anggap saja itu sebagai angin lalu." Tangan Varo bergerak naik ke pucuk kepala Stefanni dan ia mengusap kepala gadis itu dengan lembut "Gue pastikan, engg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD