Setelah orang yang memanggil Stefanni tadi sudah berada lebih dekat dengan sang empu nama, barulah Stefanni berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pria itu. "Tidak rindu dengan Papi?" Pertanyaan itu membuat Stefanni berjalan dengan cepat dan memeluk pria itu erat-erat. "Siapa, Na?" tanya Varo pada Joanna dengan nada bicaranya yang sangat pelan. "Papinya," jawab Joanna apa adanya. "Masa enggak dengar tadi?" tanyanya. "Memastikan aja," sahut Varo. Varo yang tadinya masih duduk, kini ia juga ikut berdiri, sembari menunggu Stefanni dan sang ayah yang masih melepas rindu dengan cara berpelukan. Setelah beberapa menit, Stefanni menarik tubuhnya agar sedikit menjauh dari sang Ayah. Kemudian, gadis itu juga menyeka air mata yang membasahi pipinya. Joanna, Gara, Edwin dan

