Stefanni mulai memikirkan, akankah ia akan pergi menemui sang sepupu di London, atau ia akan tetap berada di Jakarta. “Menurut gue, kalau elo mau liburan sebentar, itu akan baik-baik saja. Daripada elo kerja terus dan hanya akan membuat elo setres. Apalagi Varo...” Ucapan Joanna itu langsung dipotong oleh Stefanni. “Jangan sebut namanya dulu di hadapan gue.” “Jadi, mau liburan nggak?” tanya Joanna. “Kalau elo liburan, gue mau ikut,” sambungnya. “Ada maunya ternyata,” ucap Stefanni sembari melirik Joanna dengan sinis. “Biar sekalian, Fan.” “Nanti gue kabarin elo deh. Gue masih memikirkan soalnya.” “Perihal liburan saja elo memikirkan. Padahal uang elo banyak. Cukup buat liburan keliling dunia tiga kali.” “Amin.” “Dih, begitu doang?” “Terus, gue harus bilang apa lagi?”

