Chapter 24

1047 Words

Stefanni tahu apa yang dia lakukan bisa saja membuat Varo salah paham – beranggapan bahwa ia sudah mulai membuka hati padahal kenyataannya ia masih meragu. Stefanni pun tidak bisa membiarkan hal itu terjadi begitu saja hingga Varo mungkin akan menyakitinya. Jelas saja Stefanni tidak akan tinggal diam saja. Beberapa waktu ini, Stefanni terus mencoba untuk melupakan perasaan nyamannya terhadap Varo. “Caramel latte 1,” ucap seorang perempuan yang tidak lain adalah Leanna. “Panas atau dingin?” tanya Stefanni yang pagi ini berjaga di kafe karena salah satu karyawan kafenya sedang izin sakit. “Panas saja,” sahut Leanna dengan santainya. “Minum di sini, ya,” sambungnya. “Tunggu saja di bangku. Nanti gue antar,” ucap Stefanni. “Enggak usah. Gue tunggu di sini saja,” sahut Leanna. St

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD