Chapter 23

1126 Words

Stefanni sudah nampak begitu kelelahan duduk di samping ranjang rumah sakit yang mana di atasnya ada Varo yang masih memejamkan matanya. "Maaf, Var," lirih gadis itu. Stefanni memberanikan dirinya untuk memegang tangan Varo yang tidak dipasangi jarum infus. Ia menggenggam tangan itu dengan lembut, sembari berharap Varo lekas membuka matanya. Perasaan lelah dan perasaan bersalah melebur menjadi satu di dalam diri Stefanni. "Fan..." suara lirih itu berhasil membuat Stefanni membuka matanya lebar-lebar. "Var," panggil Stefanni sembari menatap wajah Varo yang mana ia mulai menggerakkan tubuhnya. Berselang beberapa detik, Varo pun membuka matanya dan menatap wajah Stefanni. "Gua di rumah sakit, Fan?" tanya Varo tanpa mengalihkan tatapannya dari Stefanni. "Enggak, lo lagi di ruma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD