Chapter 49

853 Words

"Ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman?" Ara tersentak namun enggan mengalihkan pandangan dari kedua tangannya yang bertumpu pada lututnya. Sayang sekali, Ara menjawab dalam hati. Satu-satunya hal yang membuat Ara tidak nyaman adalah kehadiran Gil sendiri. Terutama tatapan matanya yang tajam. Kekecewaan berganti cepat menjadi ketakutan saat Ara gagal menemukan sang paman di segala penjuru rumah. Bahkan dia juga tidak menjawab telepon darinya. Ara terus menghibur diri sendiri jika makan siang kali ini tidak akan seburuk yang ia kira. Namun tetap saja, sepanjang perjalanan dalam mobil Gil tadi pun, Ara sibuk menenangkan diri. Kedua tangannya sampai gemetar saking takutnya. Karena itu, ia terus menerus mengepalkan kedua tangan erat-erat. "Sudah menentukan pesananmu?" Gil bertanya lagi. Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD