Xuan Dira" Dia masih saja Ceroboh! Eh? Apa Itu? Foto?" ujar Xuan Dira yang melihat selembar Foto Terjatuh dari dompet Diana." Anak Ini? Kenapa mirip seperti ku saat aku berusia 5 tahun?" ucap tekejut Xuan Dira yang melihat Foto Diana Dan Davit saat Davit masih berusia 5 tahun." Huft! Sudah lah di copet berapa kali pun tak apa, Uang putra ku kan masih banyak! Huh, Yang sayang nya tuh Ada Foto masa kecil Davit." Ujar Santui Diana sembari menepuk nepuk debu yang ada pada lengannya." Tuk!" Dompet mu!" ujar Seorang pria yang memakai baju serba hitam itu sembari menodongkan Dompet Itu." Eh? Dompet ku? Cepat sekali kau mengambil Dompet ini dari maling itu? Ngomong ngomong..? Loh mana orang nya?" ujar Diana yang yang hanya Fokus memperhatikan Isi Dompet nya sampai tak menyadari orang itu pergi." Sudah lah! Inti nya makasih!" ucap Diana Langsung bergegas pergi."
Apartemen Primus Residence Shanghai Hongqiao." Ibu..? Ibu..? Ibu dimana? Ayolah jangan bercanda." ujar Davit yang melihat Apartemen Diana terlihat sepi." Bibi.. bibi Lilia datang masa sih Bibi mau bermain petak umpat! Ayok ah keluar nggak seru tau." Terikan Lilia sembari mencari Diana morgan." Hah.. Ibu kemana Sih cek Dapur Deh." ujar Davit sembari berjalan ke Arah dapur dan melihat Air berwarnah Merah seperti Darah yang membuat semua badan nya Bergemetar." Ti.. tidak! I.. ibuuu!" Teriakan gemetaran Davit." Tidakk!.. tidakk boleh!" Brak! Drapp.. drap.. drap!" ujar Panik Davit berlari mencari ke Seluruh Ruang Apartemen nya." Lilia! I.. ibu ku!" ujar Gemetaran Davit dengan Wajah pucat nya." Ada apa? oh ini Bibi tadi Ia membuang sampah kebawah pantas saja Bibi tidak keluar saat kita panggil." Saut Lilia sembari Memegang Tangan Diana." Kau kenapa? Pucat sekali! Lihat ini baru kehilangan Ibu nya sebentar saja sudah pucat Bagaimana kau bisa menikah dan tinggal dengan istrimu nanti." ucap Diana dengan senyum kecil nya. Drap.. drap! Grep..!" I.. ibu! Davitt takut! Davit melihat Darah Di dapur ku pikir ibu." ujar Gemetaran Davit langsung memeluk Ibu nya dengan Erat." Hehe.. Sayang ku berhenti ketakutan seperti ini kau lihat kan Kau sendiri sedang memeluk Ibu, dan soal yang kau lihat tadi Ibu tak sengaja memecahkan Botol Wine, baru saja Ibu membuang pecahan botol nya kebawah.. Tenang lah putra ku." ucap Halus Diana yang mencoba menenangkan Davit sembari mengelus elus Punggung nya. Clang! Suara perpaduan Cangkir Wine Diana Morgan Lilia dan Loveta." Hahahaha.. nikmat nya! Memang paling enak jika Kita duduk lengseran seperti ini tanpa Bangku!" ujar Riang Diana." Hahaha.. Bibi Memang sangat Sederhana Aku makin Cintahhh!" Ucap manja Lilia." Hehehe.. Sayang kuh!" saut Diana." Emm.. Seperti nya Adik ku tak terbiasa duduk di bawah seperti ini, kau duduk di Sofa saja tak apa kok." Ujar Lilia yang melihat Loveta yang duduk di bawa danTerus Bergerak." Nggak kok! Loveta hanya tak biasa namun Loveta akan terbiasa." Saut Malu Loveta yang dari dulu tidak pernah langsung duduk di Lantai." Hehehe.. Lilia sangat pengertian pada Adik nya Ya, nama mu Loveta Ya? Mau bersulang dengan Bibi?" ujar Diana Sembari menyodorkan gelas Wine Yang sedang Ia pegang. Clang!.." Tentu." saut Loveta.
Loveta" Ternyata Bibi sangat Baik dan Asik juga.. Ia Tahu kalau aku Merasa malu dan Enggan Berbicara namun Ia menarik ku lebih dalam dan mencairkan Suasana Tegang ku hanya dengan Secangkir Wine." Fikiran Nya sembari meminum Wine itu.
Setelah Itu kami terus mengobrol dan Tertawa bersama Sampai Kami terlelap karena mabuk. Nittt.. nitt.. suara Alaram Di Hanphone Loveta." Hah! berisik! Ini jam berapa aku dimana?" ujar Loveta sembari mematikan Alaram di Handphone nya. Bruk! Suara kaki Lilia tiba tiba berada di Atas Loveta" Aaaa!.. ini bukan kamar ku! semalam ituu." ujar Loveta tiba tiba mengingat kejadian Saat Ia mabuk berat di Apartemen Primus Residence Shanghai Hongqiao." Ayoooooo! lanjutkan Minum nya! Hei anak muda Ayoo minum! Tuang kan lagi! Wine kuu! Mana Wine Ku! Hehehe.. Tampan sangat tampan" Gumaman Diana yang kini Sudah mabuk berat dan Davit membawa Ia ke kekamar nya.
Davit" Hah! Apa salah ku sampai mengurus 3 wanita yang sedang mabuk! Lilia! Kau sedang apa! Berhenti menciumi Lantai!" Lovetaa! Berhenti minum kau sudah cukup Mabuk!" Teriakan Kewalahan Davit yang kini menarik Lilia dan Loveta.
"Berhenti! Kau penjahat!" ujar Lilia tiba tiba menggigit tangan Davit." Akhhh!! sakit.. sakit!" Hahaha.. Lantai sayang ku! Aku kembali!" ujar Lilia kembali menciumi Lantai." Anjing nakal! Anjing nakal! Sudah lah hanya dengan cara ini kau bisa aku bawa!" ujar Davit sembari mengikat kan Kain di mulut Lilia dan membawa nya ke kamar nya." Hah! Bobot nya itu seberapa sih! Sakarang tinggal satu!" ujar Davit yang kini hanya tinggal memindah kan Loveta." Akuuu inginn lagii.. mau Wine." Gumaman Loveta yang terlelap di Meja." Tidak boleh kau sudah cukup! Ayoo.. akan aku antar." ujar Davit sembari memapah Loveta. Nguss.. nguss" harummm.. Kau sangat Harumm akuu sukaaa, Cup!" ujar Loveta sehabis mengendus endus Leher Davit Dan tak sengaja mencium nya.
Loveta" Aku! Melakukan Apa! Aaaaaaaaaaaaaaa!" Teriakan nya sehabis mengingat kejadian Semalam.
"Ada apa? Ada apa?"ucap terkejut Lilia yang terbangun karena teriakan Loveta." Kaka! Aku harus menghilang!" ujar Konyol Loveta" Hah! Aneh! Bodo ah masih ngantuk!" saut Lilia yang ingin kembali tidur." Tidak! Kau bisa melanjutkan di rumah nanti! Kita harus pulang! Dan aku mau menghilang! Ayoo!" ucap Gugup Loveta langsung menarik Lilia kebawah.
Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Loveta dan Lilia menuruni tangga." Ahh! Kenapa aku bisa melakukan hal sebodoh itu sih! Jika begini apa yang harus aku jelaskan pada Davit! Sumpah mau langsung hilang aja!" fikiran Loveta sembari mengendap endap." Kalian ingin kemana?" ujar Diana yang melihat Lilia dan Loveta." Entah lah kata nya Ia mau menghilang Hoammmm." ucap Lilia yang masih terlihat mengantuk." mulut nya minta Di rongsokkin kali Ya!" Fikiran kesal Loveta." Hehehe.. masih mabuk rupanya, Sebelum pulang yuk makan Sup pereda mabuk dulu Davit sedang membuat nya." ujar Diana 2 menit kemudian di Ruang Makan Dapur." Mampus! Serasa nggak punya Muka gimana nih malu! Untung deh dia lagi sibuk memasak!" Fikiran Loveta sembari melihat Davit." Hoaammm.. kau kebelat pipis ya? Kaki mu terus bergerak!" ujar Lilia yang merasa meja makan nya bergemetar karena Kaki Loveta." Kaya nya memang harus di rongsokkin!" Fikiran Kesal Loveta Sembari tersenyum." Ini makan dulu sup nya! Sesudah itu biar aku saja yang mengantar kalian." Ujar Davit sembari memberikan sup pereda mabuk itu." Ti.. tidak perlu! Kau juga mabuk! Kami akan baik Taxsi saja." Saut cepat Loveta." Aku tidak mabuk!" Ujar cepat Davit." Ahhhhhhh.. Enak nya Boleh aku nambah?" ujar Lilia yang menghabis kan Sup nya dengan meminum langsung di mangkok tanpa sendok." Hehehe.. Bayar berapa?" Saut Davit." Kalau kau pelit aku akan mengambil sendiri!" ucap Lilia dengan wajah cemberut nya." Tunggu sebentar Pengambek! Aku akan ambilkan!" ucap Davit dengan wajah Senang nya." Dia selalu menyebalkan!" Gumaman Lilia sembari meletakkan kepala nya di Atas meja makan." Bagaimana pun Kak Davit memang Sangat memperhatikan Kaka sifat nya selalu berubah jika di depan Kaka.. ah! Apa sih kenapa jadi begini." Fikiran Loveta yang kini merasa Cemburu karena kedekatan Davit dan Lilia Yang tidak ada celah sedikit pun.
Kediaman Keluarga Luz. Duk! Suara Lilia yang hampir terjatuh namun Davit berhasil menangkap nya" Pelan pelan! lain kali aku tak mau mabuk dengan mu! Kau hampir mengepel semua lantai itu dengan Mulut mu!" ucap Ketus Davit." Entah lah aku tak ingat! Sudah ya aku ingin tidur sebentar Soal pekerjaan Kirim saja semua nya aku akan kerjakan setelah Bangun tidur!" Saut Lilia bergegas masuk kedalam Rumah nya." Selalu saja begitu! Tidur mu itu bagaikan Hibernasi kapan kau akan mengerja kannya? Palingan aku lagi!" gumaman Davit." Nah! Kesempatan Bagus! Kak Davit sedang Tak melihat ku! Menghilang! Pokoknya menghilang!" Fikiran Loveta sembari mengendap endap." Mmm.. Loveta Soal semalam Ituu.." ujar tiba tiba Davit yang membuat bulu Kidig Loveta berdiri.
" Ah! Ya? Apa? Aku tak mengingat nya lain kali akan kita biacarakan lagi! Aku sangat mengantuk Babay!" Drapp.. drap.. drap ucap panik Loveta bergegas kabur." Yah!.. padahal aku ingin menanyakan Soal perkataannya semalam bahwa aku belum siap menerima perasaannya." ujar Davit Mengingat Kejadian Kemarin malam." Akuuu inginn lagii.. mau Wine." Gumaman Loveta yang terlelap di Meja itu." Tidak boleh! Sangat susah menenang kan Orang mabuk tau!" ujar Davit langsung mengambil botol Wine itu dari tangan Loveta." Davit.. Davit ya?" Gumaman Loveta sembari menatap Davit." Iya aku Davit.. mabuk mu tak separah Kaka mu! Ayoo kau pasti sudah mengantuk kan?" ujar Davit?" Kau menyukai kaka ku ya?" Ujar tiba tiba Loveta yang membuat Davit terdiam." Hahaha.. untuk apa aku menanyakan kan ini! Memang sudah jelas kau menyukai kaka ku! Kurasa aku tidak ada harapan." Gumaman Loveta." Hehe.. begitu terlihat kah?" saut Davit." Tapi aku menyukai mu! Apa kau tau saat kau pergi begitu saja ke singapur dan meninggalkan aku sendiri di Prancis Aku sangat kesepian! Dan sangat merindukan kan namun setelah bertemu kembali kau adalah Sekretaris Kaka ku Lilia! Takdir memang Ada dan Dunia itu memang sempit Ada nya." Gumaman Loveta sembari meletakkan Kepala nya di meja." Maaf soal meninggal kan mu sendiri saat itu, Dan sejak kapan kau menyukai ku? Ah! Jika kau tak ingin menjawab tak apa." Saut Davit." Sejak pertama kali kau meminta di belikan makanan! Namun apa boleh buat perasaan ini harus ku pendam karena kau menyukai kaka ku, sungguh mengenaskan ya.. aku selalu berfikir jika saat itu kau tak pergi apa sekarang aku lah orang yang kau suka, Hah! Aku benci jika mengingat kau pergi dulu, namun jika tidak ada kau mungkin kaka ku tidak ada yang menjaga nya saat di Singapur untuk itu terimakasih Hehehe.." ujar Loveta tiba tiba tersenyum." Maaf.. seperti nya aku tidak bisa merima pera.." Srrrrr.. srrrrr Hmmm.." ujar Davit namun berhenti karena tiba tiba Loveta tertidur pulas." Hah! Bodoh nya aku mengatakan ini pada orang yang sedang mabuk! Ayoo.. akan aku antar." ujar Davit sembari memapah Loveta. Nguss.. nguss" harummm.. Kau sangat Harumm akuu sukaaa, Cup!" ujar Loveta sehabis mengendus endus Leher Davit Dan tak sengaja mencium nya." Dheg! Kebiasaan Adik dan kaka ketika mabuk benar benar buruk!" Fikiran Davit.
Apartemen Riverdale Residence Xintiandi Shanghai. tranggg! Suara secangkir Gelas yang terjatuh dan pecah." I.. ini!" Ujar Gemetaran Xuan Dira yang memegang selembar kertas Bukti tentang kelahiran Davit." Benar.. Setelah saya selidiki Kelahirannya Ia Lahir 8 bulan ketika kepergian Diana di Prancis pada tanggal 13 Oktober." ujar Bloson." Jadi maksud mu sebelum Diana Pergi Ia sudah mengandung 1 bulan?" Saut Xuan." Perkiraan Saya seperti itu.. namun dengan ada nya bukti penerbangan Nona Diana Dansaat Ia mengecek Kandungannya menurut saya memang benar ada nya." ujar Bloson." Aku ingat! Saat aku datang kerumah nya waktu itu Ia ingin mengatakan sesuatu Apa mungkin ini? Bloson cari segala cara agar aku bisa bertemu dengannya." ujar Xuan." Sesuai perintah Tuan." ucap Bloson bergegas pergi." Jika Ia benar Anak ku! Aku pasti telah menyakiti Diana dengan perkataan ku waktu itu! maaf Diana jika saja aku mengetahui ini dari Awal." Gumaman Kesal Xuan yang kini terlihat putus asa.
2 Hari setelah nya Di kediaman Luz.
"Dasar pemalas! Cepat bangun! Kita harus Bertemu dengan Tuan Xuan!" ucap kesal Davit sembari menarik narik tangan Lilia yang masih terpapar Lemas di kasur." Mmmmm.. kau saja Aku masih mengantuk." ucap Lilia sembari menarik selimut nya." Hehehe.. Enak sekali omongan mu, baik! Aku akan membawa mu ke pertemuan ini sekarang Juga!" Buk! Tap.. tap.. tap, ucap kesal Davit sembari menggendong Lilia." 20 menit kemudian. Brmmmmm.. suara Mobil Lilia keluar dari Kediaman Keluarga Luz." Hoammmm.. Dasar Davit sialan!" gerutuan Lilia sembari menguap karena masih ngantuk. Tuk!" Baca semua Dokumen itu! Kudengar Ia orang yang suka mengambil Untung lebih besar kita harus lebih pandai bicara." ucap Davit sembari melempar Dokumen itu ke Lilia.
"Hoammmm.. Tak perlu semua kan? Ada kau ini!" saut Lilia tiba tiba membuat Davit terdiam. Cekritttttt.. suara Mobil Lilia yang berhenti Di depan Gedung Putih Milik Xuan Dira." Apa ini Rumah orang itu? Besar sekali." ujar Lilia sembari turun dari mobil." Ini Gedung Bodoh! Anak kecil saja bisa membedakan nya! Ayo masuk dan jaga sikap mu! Kau tau CEO Makeup Luz yang terkenal kan?" ucap Davit." Berkarisma! Aku akan Berkarisma." 20 menit kemudian. Tak! Suara Ranting mawar yang patah akibat Lilia pegang." Bagaimana Ini!" ucap Panik Lilia sembari ingin memegang Ranting Mawar yang berduri itu. Taps!" Jangan pegang! Ini berduri bisa saja melukai mu! Biar aku Saja, Aww!" ucap Davit yang terkena Duri Ranting Mawar Merah Itu.
Xuan" Akhir nya Dapat!" Fikiran senang Xuan langsung menatap Bloson.
20 menit Yang lalu sebelum kejadian Itu.
" Maaf Atas Kedatangan Kami yang membuat Waktu Tuan terbuang Sia sia." ujar Lilia." Apa dia putra ku? Dia sungguh Kekar dan tampan mewarisi Fisik ku Namun Ia lebih tinggi Dari ku.. Akh! Ayo lah Kita akan bukti kan setelah ini." Fikiran Xuan Dira ketika melihat Davit berada si samping Lilia." Hahaha.. Tak apa aku bukan orang yang sibuk, silahkan duduk kita berbincang Santai Saja." Terimakasih" Saut Lilia." Jadi Tentang kerja sama Bisnis Kita bla.. bla.. bla.. bla. 10 menit kemudian." Senang sekali bisa bekerja sama dengan Nona Lilia yang di kenal Berkarisma ini.. ternyata memang benar ada nya Ya, bukan omongan belaka." ujar Xuan Dira seketika membuat Davit merasa tak Nyaman." Terimakasih Atas pujian nya Tuan Xuan CEO kami Memang berbeda dengan CEO lain, seperti nya tidak ada lagi yang perlu di bicara kan, kami Ijin.." ujar Davit tiba tiba di sela Xuan Dira." Nona Lilia Suka Bunga bukan? Aku memiliki begitu banyak Bunga Beraneka macan jenis yang terblangkalai Di taman Gedung ini kalau Nona Lilia berniat merawat nya Akan saya berikan." ujar Xuan Dira yang sengaja mencegah Davit dan Lilia pergi.
Ditaman Gedung putih Xuan Dira.
"Maaf Atas Keleletan saya Tuan, Insting Davit begitu pekat sampai saya tidak bisa mengambil sehelai Rambut nya saja." Ujar Bloson yang Di suruh Xuan Dira mengambil Sehelai Rambut Davit namun Tak berhasil karena Davit selalu melirik nya jika Ia sekali bergerak." Tak.. apa kita akan mencoba kali ini! Berdoa saja berhasil!" Saut Xuan Dira.
Davit" Kenapa kau menuruti perkataan nya? Kau kan tidak menyukai Bunga! Sangat jelas jika Ia sedang mencegah Kita pergi." ujar Nya yang berbisik.
Lilia" Pertama nya Memang malas namun setelah ke taman ini Bukan kah semua Bunga ini sayang jika di Telantarkan?" ucap Lilia Yang dari tadi ternganga dengan Taman yang di penuhi bunga itu.
"Aku akan mengajak nya bicara kau cepat Ambil Rambut nya." ujar Xuan Dira yang berbisik dengan Bloson." Hehehe.. sepertinya Nona Lilia akan membawa semua bunga yang ada di kebun ini." ujar Xuan yang kini berada di samping Davit." Dia sama sekali tidak menyukai Bunga!" ujar ketus Davit sembari menatap tajam Xuan." Jika aku tak bisa mengambil Rambut nya! Akan ku gunting Semua rambut yang ada di kepala nya!" Fikiran Bloson yang kini berada di Belakang Davit.
Cetakk.. bruk! Suara Ranting Duri pohon Bunga mawar yang patah Akibat Lilia pegang." Ah! Bagaimana Ini!" ucap Panik Lilia." Eh!" Drap.. drap.. drap! Suara langkah Lari cepat Davit ke arah Lilia.