"assalamualaikum mama hanaa, zifa pulang"
"wah zifa habis main sama lilik puput ya, mbah weni kemana?"
"ibu pergi kondangan mbak,tadi sama Bapak, mas ridho juga belum pulang kerja,mba gimana dapat kerjaannya"
"dapet put, momong orang tua, ibunya yg punya perusahaan tempat esti kerja"
"ya ampun mba, momong orang tua kan cape bgt mba beraat, apalagi cerewetnyaa huuuh, mba kerja di tempat mas ridho aja nanti aku tanyakan ya? "
"tidak usah put, aku tidak enak sama esti kalo tiba tiba ga jadi kerja, lagi pula dia sudah bilang sama bosnya"
" aah baiklah mba, nanti kalo mba hana ga betah kerja di sana bilang sama aku ya mba biar di carikan mas ridho"
"iya put makasih, eh ngomong ngomong keasikan ngobrol sampe sampe zifa ketiduran itu mba hehehe, ayo di boboin di kamar"
"iya mba, nanti ngobrol lagi ya mba. puput masih kangen sama mba hana bosen di rumah sendirian" lalu puput beranjak ke kamar untuk meletakan zifa di kamar
"kamu mau minum apa put? teh yaa" ucapku sambil berjalan ke dapur
****
setelah menidurkan zifa dikamar aku dan puput berbincang bincang di ruang tamu "mba beneran mau pisah sama mas dimas? kasian anak anak mba, " tanya puput
"belum tau put, aku mau lihat gmana perjuangan mas dimas buat aku sama anak anak selama ini aku yang terus mengalah aku tidak pernah melihat dunia luar, tidak pernah membeli kebutuhanku padahal aku tau gajinya sangat lebih dari cukup dan sakitnya lagi dia selingkuh put, mba cape"
"mba yang sabar yaa, kalo mba bener mau kerja lagi biar aku bantu budhe jaga zahra dan zifa ya mba, mba yang tenang aja pokoknya buktikan kalo mba bisa tanpa si peselingkuh itu
"hehe ada ada aja kamu put, trimakasih yaa,"balasku sambil memegang tangannya
aku benar benar bersyukur punya mereka di hidupku
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam ibu zahra dari mana, ?"
"habis dari kebun mah ikut mbah petik cabai tadi mbah weni pergi kondangan jadi zahra ikut mbah ke kebun"
"zahra mandi dulu yaa sudah mau sore nih, nanti tinggal makan"ucapku dan di balas anggukan oleh anak itu
"siaap boss!!" lalu dia mulai beranjak
"put ini cabai nanti kamu bawa ya buat masak"
"makasih budhe jadi ngrepotin, eh ngomong ngomong sudah sore puput pamit dulu ya budhe, mba hana takut mas ridho pulanh aku ga da di rumah ntar ngambek"
"ahaha baiklahh"
bukannya jalan pulang dia malah masuk ke dalam kamarku lagi untuk mencium zif a seprtinya, di memang sayang sekali dengan putriku dari 4 tahun pernikahanya belum di beri keturunan, tapi mereka tetap bahagia karna mereka selalu kompak dan saling menyayangi
***
sudah adzan isya anak2 sedang main main bersama pakdhe nya, sedang aku menonton tv bersama ibu,
ting!! ada panggilan masuk yang ternyata dari nomor asing "hallo selamat malam
"ya apa betul saya berbicara dengan hanna?"
"ya betul pak ada yang bisa saya bantu"
"oh ini saya pak rudi assisten pak widi, jika benar bu hana mau melamar sebagai suster untuk ibu dari Bapak widi besok datang jam 8 pagi ya ke deka group, dengan membawa data diri"
"baik pak terimakasih,apa saya di terima pak? "
"besok bicara langsung saja dengan atasan saya, saya tutup dulu bu hana selamat malam"
"ya baik pak rudi terimakasih sebelumnya, selamat malam"
aku menutup telponnya "semoga ini rejekiku, dan anak anak ya bu"
"amiin hana, tapi saran ibu kamu harus mempertimbangkan lagi hubungan kamu dengan dimas, walaubagaimanapun dia sudah berniat untuk memperbaiki semuanya, mintalah izin suamimu nduk"kata ibu
"hmm baiklah bu, nanti aku akan menelpon mas dimas dan minta izin untuk bekerja lagi" kemudian aku beranjak ke anak anak untuk mengajak mereka tidur
"zahraa ayo tidur, mau tidur sama mama dan dedek zifa atau sama mbah? "
"zahra mau tidur sama mbah mah" jawab zahra, dia memang dekat sekali dengan ibuku,
"mama ke kamar dulu ya kak, mau nidurin dede zifa dulu"
"oke mah"
***
setelah meminum s**u lalu d pangku sebentar zifa sudah terlelap,
"aku akan menelpon mas dimas sekarang"
tuutt tuutt "hallo? " suara wanita di sebrang sanamembuat dadaku bergemuruh,
"ini siapa? dimana mas dimas?"
"ahh kamu pasti hana, mas dimas sedang mandi kamu pasti tau kan aku siapa dan apa yang kami lakukan sehingga mas dimas malam malam begini mandi" jawab wanita itu dengan nada mengejek
"ohh mas dimas masih berhubungan dengan wanita menjijikan seperti kamu? sayang sekali parasmu sangat cantik tapi tubuhmu di obral untuk laki laki beristri, sampaikan pada suamiku kalo aku menelpon"
lekas aku tutup telponnya dan menangis dalam diam
ting!!! ada pesan masuk dari mas dimas " han, maafkan aku sebaiknya kita sudahi hubungan ini kemarin tari sudah bertemu dengan ibu dan bapak ternyata tari adalah anak dari kenalan lama ibu, selain karirnya bagus, dia juga anak dari keluarga terpandang, maafkan aku hana, aku titip anak anak padamu aku akan segera mengurus perceraian kita, maafkan aku hana,"
"baiklah mas jika itu keputusanmu, aku tidak bisa melarang atau menahanmu karna kamu memang mencintai wanita itu, jangan khawatirkan anaku, karna mereka memang hanya anakku selama ini, saat mereka sakit dari kecil kamu selalu tidur nyenyak aku juga yang membawa mereka ke dokter, aku tidak membawa apapun emas semua yang kamu bawa saat pernikahan kita semua masih ada di lemari semoga bahagia mas"
tangisku semakin pecah, aku tidak menyangka ibu mertua yang ku pikir sangat menyayangiku juga mendukung perselingkuhan suamiku,
***
pagi pagi sekali setelah shalat subuh aku bangun beberes rumah mencuci dan memasak nasi goreng untuk sarapan, kasian ibu kalau masih harus mengerjakan pekerjaan rumah sedangkan aku merepotkannya untuk menjaga anak anaku
setelah selesai, aku mulai memasukan surat lamaran pekerjan yang sudah aku buat kemarin ke dalam tas memandikan anak anak dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor tempat esti bekerja, aku harus bangkit untuk anak anak aku harus bisa menghidupi mereka dengan layak,
setelah selesai bersiap siap aku berpamitan denga ibu dan anak anak "zahra jangan nakal ya sama mbah. mama mau berangkat kerja dulu"
"iya mah "jawabnya sambil bersalaman mencium tanganku
"bu hana pamit ya, doakan hana ya bu. titip anak anak ya bu.. zifaa mama kerja dulu yaa, jangan nakal sayang sama mbah" ucapku sambil menciumi pipi gembul zifa
setelah itu aku beranjak menyetater motor untuk berangkat melamar kerja "baiklah perjalananku d mulai hari ini, mudahkan segala urusanku ya Allah" ucapku dalam hati lalu mulai menjalankan kendaraanku menuju kantor tempat esti bekerja