part 7

1111 Words
malam sudah menujukan pukul 9 malam lewat aku sudah bersiap siap untuk tidur sebelum itu aku membuka aplikasi hijau dan membuat status untuk mengiklankan pesan makan online " setelah sekian lama open order menu ayam bakar, kue ulang tahun, dan menu makan sehari hari hanya untuk yang di ambil atau di antar pagi pagi untuk lusa ya" tidak menunggu beberapa tetangga ada yg memesan, "hana aku juga pesan ya ayam bakar 15 porsi antar ke rumah ibuku nanti uangnya ku transfer ya?"pesan dari mbak tri yang sekarang sukses ada di luar kota ikut suaminya dia "makasih mbak, nanti ku kirim kan nomor rekeningnya ya?" semua pesanan pelanggan sudah ku jawab ada pesan lagi sesaat sebelum aku benar benar terlelap "hana, kamu berjualan online lagi? aku akan kirimkan jatah s**u dan jajan untuk anak anak ya 2 bulan lagi aku akan menikaj dengan tari, kamu bawa anak anak ke sini ya?" dadaku terasa nyeri lagi "ah benarkah mas? bahkan proses peeceraian kita belum selesai"balasku "maafkan aku hana, itu sudah ku transfer 250 ribu untuk s**u anak anak"jawabnya lagi aku tidak membalas lagi karna tidak mau mentalku tambah down sampe saat ini ibu mertua yang dulu tampak sangat mencintai anak anakku bahkan tidak menanyakan kabarnya . *** pagi pagi sekali aku sudah ke pasar untuk berbelanja, karna hari ini ada yang memesan ayam goreng, 5 porsi sebenarnya aku mulai buka besok tapi ada rejeki pamali jika di tolak jadi ku terima saja, setelah memasak dan menyiapkan makanan aku bergegas mandi danmengurus anak anak sebelum berangkat ke rumah oma maria, "zahra hari ini mama buatkan ayam goreng kremes kesukaan zahra, makan yaa nanti" ucapku smbil menyisir rambut zahra "iya mah, mamah mau kerja lagi ya?" "iya sayang, maafin mama ya harus ninggalin zahra sama mbah terus" "gapapa mah, zahra ngerti kok"jawab zahta setelah itu aku tinggalkan zahra untuk bersiap siap setelah selesai aku menghampiri ibu yang ada di ruang tengah menunggui zifa "bu ini pesenan bu diah ya nanti di ambil jam 9"pesanku pada ibu "iya hana, hati hati di jalan hana" "baik bu assalamualaikum" tidak lupa aku bersalaman dengan ibu dan mencium anak anak saat perjalanan aku berpapasan dengan tari dan mas dimas yang berboncengan mesra "oh hana, pagi pagi begini mau kemana? mau berangkat kerjaa yaa" ucap tari dengan nada mengejek "iya" "astaga kenapa harus bertemu mereka pagi pagi begini si ,andai tidak ada kereta yang akan melintas aku ga mau lagi berurusan dengan mereka"ucapku dalam hati tari sengaja memeluk manja sambil menciumi leher mantan suamiku itu benar benar Tidak ada rasa malunya sama sekali "mass beli sarapan dulu yuk biar ada Tenaga buat nanti" wanita itu mencoba terus memanas manasi aku "okey sayang" jawab mas dimas "etdahh neng masih pagi kalo mau mesra mesraan di rumah atau di hotel, jangan di pinggirjalan malu atuh" celetuk pengendara lain d belakang mereka aku tertawa kecil, "hana kamu tertawa? kenapa mengejeku?? tukang ayam bakar kaya kamu ga pantes menghinaku" ucap tari nyolot "kenapa si mbak, aku tidak mengatakan apapun, lagian betul kata bapaknya mesra mesraan di rumah jangan di pinggir jalan" aku menjawab santai syukurnya kereta sudah melintas semua pengendara pun melintas termasuk kendaraan ku dan mas dimas, aku mengebut mendahului mereka karna sudah hampira jam 8 , *** aku yang di bekali kunci depan rumah itu langsung masuk dan mengucap salam oma tampaknya belum bangun, pintu kamar masih tertutup dan sepi tidak ada orang sama sekali, sedangkan pak widi mungkin sudah berangkat ke kantor karna tidak ada mobilnya di garasi, awal bekerja hari ini aku mulai mencuci piring kotor di wastafel, mungkin bekas mereka makan semalam, saat ku buka penanak nasi ternyata masih ada, "ah aku buatkan nasi goreng udang saja untuk oma sarapan" gumamku setelah memasak nasi goreng aku lanjut membuat jus dan menghidangkan di meja makan, mencuci baju, dan membersihkan rumah, "hana, kamu sudah datang, wahh apa ini sarapan untuk oma? " "iya oma, semoga oma suka masakan hana," "oma pasti suka hana, oh iya nanti sebelum pulang kamu buatkan ayam goreng ya, capcay ,sama potongin beberapa buah ya.. nanti malam cucu saya arka akan pulang" "siap oma" "hana ayo makan, temani oma"tawar oma "tidak oma, hana sudah sarapan tadi pagi" saat sedang menemani oma makan pagi telponku terus berdering menandakan banyak pesan masuk "han, periksalah siapa tau penting"ucap oma "santai aja hana, oma tidak masalah kamu main hp lagi pula pekerjaan kamu sudah selesai" "ah baiklah oma" tertera banyak sekali pesan dari ibu mertua dan mas dimas "hana, ibu tidak Menyangka kalau kamu setega ini, kenapa kamu mempermalukan tari di depan banyak orang hana? ibu tau kamu masih berharap pada dimas untuk kembali kepada kamu, tapi tidak begini caranya, kamu tidak tau orang tuanya tari siapa? kalau kamu di tuntut oleh Mereka dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan kan kita juga yang repot tolong jangan bertingkah hana," "untung saja tari mempunyai hati yang baik dia kasian dengan anak anak kamu, kalau kamu sampai kena kasus" "biarkan dimas dan tari hidup nyaman han, ibu sangat menginginkan dimas mempunyai anak laki laki yang tidak bisa ia dapatkan dari kamu" "jika kamu masih menghotmati ibu tolong jangan ganggu mereka lagi" itulah pesan pesan ibu mertua, aku sangat ingin menangis sekarang, kenapa wanita itu menfitnahku yang tidak tidak "bu hana salah apa? hana tidak melakukan apapun,"balasku tidak menunggu lama ibu mertua membalas lagi "tidak melakukan apapun bukannya kamu menegur tari dan dimas di hadapan banyak orang di jalan hanya karna mereka berboncengan? jangan mengelak lagi hana" "sudahlah bu, percuma saja hana jelaskan ibu tidak akan percaya. dan bu hana sudah sama sekali tidak berharap pada mas dimas,hana akan fokus membesarkan anak anak hana sendiri. ku kira hana tulus menyayangi hana, tp ternyata tidak" setelah membalas pesan ibu aku langsung menonaktifkan ponselku, tidak k*****a pesan dari mas dimas karna pasti berisi omongan tak enak juga aku mengelap sudut mataku walau bagaimanapun ini tetap terasa sakit, "hana apa kamu baik baik saja, pesan dari siapa itu han? cerita sama oma. anggaplah oma sebagai nenekmu hana, jangan sungkan" ucap oma sambil membelai rambutku, aku bahkan tidak sadar jika sarapannya sudah habis bahkan oma sudah mencuci piring sendiri "oma, hana lelah sekali dengan apa yang hana alami, "aku tidak bisa menahan tangisku lagi "hana kamu tidak boleh menyerah karna orang orang yang menyakiti mu, tunjukan kalau kamu juga bisa bangkit. ingat hana kamu punya anak anak dan keluarga kamu yang tidak ingin melihat kamu jatuh, menangislah han, jangan di tahan hanya ada oma di sini, jangan sungkan lepaskan bebanmu hana" ucap oma sambil memeluku "hana, anaku juga mengalami apa yang kamu alami bahkan ibunya arka memilih meninggalkan arka dan widi untuk lelaki lain, kamu mengingatkanku pada peristiwa menyakitkan itu, kamu harus bisa bangkit hana"ucap oma maria dalam hati
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD