Apa yang bisa ku banggakan dari pernikahan yang sudah hampir 5 tahun kujalani. Memiliki anak, aku tidak bisa memberikan itu, bukan karena aku mandul. Melainkan Allah belum mempercayaiku untuk menjadi seorang ibu.
Dan hari ini aku harus rela melihat suamiku menikahi wanita lain bernama Mawar Rindiyani. Jangan tanya bagaimana rasanya. Tentu saja sangat sakit! Untuk pertama kalinya, aku merasa tidak ada artinya jadi istri.
Apakah ini adil untukku. Seumur hidup bukan pernikahan seperti ini yang aku impikan. Aku yang terlalu lemah, aku yang tidak bisa mengatakan TIDAK!! Itulah kebodohanku.
Hancur sudah semua kebahagian dan harapanku.
***
Aku hanya bisa terisak nangis disaat suamiku tidak tidur bersamaku, hatiku hancur, Rasanya ini adalah mimpi terburuk dalam hidupku. "Ya Allah kuatkan aku menghadapi semua ini."
Di kamar yang cukup luas, aku bersender diranjang. Melihat rembulan begitu terang, tapi hatiku meredup seakan tidak bisa diterangi lagi.
Aku meratapi foto pernikahanku 5 tahun yang lalu. Bagaimana aku sangat bahagia dinikahi dengan Alif yang merupakan sahabat dari abangku Beno.
Yang aku tahu Alif menyimpan perasaan sejak lama padaku. Tapi ternyata perasaan itu memudar di telan waktu.
Malam itu ingin sekali aku berteriak dan mengatakan pada dunia betapa pedih luka yang di toreh oleh suamiku. "Aku tidak tahu rasanya dicurangi. Tapi hari ini aku merasakannya. Hari ini aku menangis diatas kebahagiaanmu."