Bab 20

1069 Words

Pagi harinya seperti yang dijanjikan Alif pada Jihan ia mengantar istrinya dibutik, kemudian Alif sendiri pergi menuju rumah Beno dengan mengantongi data Mawar dari kantornya. Jihan hendak masuk dalam butiknya sambil melambai mengarah Alif yang dalam mobil dengan kaca jendela setengah terbuka. Dengan hati-hati yang berbunga ia masuk menyapa Iren dengan ramah, namun senyumnya terhenti ketika melihat Harry Ramadhan sudah menunggunya, Jihan menelan salivanya dengan susah payah. "Ayah.." Lirih Jihan. Harry tersenyum miring menatap tajam pada sang menantu. Yang membuat Jihan heran, kenapa ayah mertuanya tidak memberitahunya lebih dulu jika ingin kemari. "Duduk sini ayah ingin bicara." Ucap dingin Harry sambil mengibas kearah Ines untuk pergi dari butik sejenak. Kondisi butik saat itu memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD