Bab 19

1043 Words

Berdiam diri tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Semua akan semakin menumpuk jika akann berdiri tempat yang sama. Pernikahan memang layaknya harus dipertahankan, Alif hendak memperjuangan itu. Jihan sudah lama menjadi bagian hidupnya, dan tak pernah terlintas melepaskannya. Jihan mempersiapkan sop yang hendak ia bawa menuju kamarnya. "Hmmm... Enak sekali ini untuk aku ya." Jihan tanpa berpikir langsung meraih makanan yang sudah Jihan siapkan. Jihan menatapnya kesal sambil mengelus dadanya. Astagfirullah.. berulang kali ia mengucap istigfar dalam hatinya, ia sudah lelah melihat tingkah Mawar yang semaunya. "Ini untuk Mas Alif! Kamu 'kan bisa ambil yang baru." Sembur Jihan. Mawar memasang wajah yang seakan ia kecewa. "Astaga! Aku maunya yang ini, lagian ini mau bayi aku! 'Anak suam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD