Bab 18

1100 Words

Setelah kepergian Beno dari kediam Alif. Jihan langsung berlari mendekati Alif yang sudah terluka parah. "Mas.. hiks." Jihan tak tega pada Alif, ia langsung memapah Alif duduk diatas sofa. "Aku obati dulu ya." Jihan meninggalkan Alif duduk disana sendiri. Alif hanya bisa meringis kesakitan. 'Beno keterlaluan! Bibir gua sampai robek gini dibuatnya. Dasar pemarah!' Sungut Alif dalam hatinya. "Bi, bisa tolong ambilkan saya air putih." Perintah Alif pada Bi Surti yang berdiri tak jauh darinya. Bi Surti mengangguk. Alif penarasan dengan isi surat yang diberikan Beno, namun ia belum bisa bacanya saat ini. Melihat kondisi masih ada Jihan disampingnya, lalu sesekali ia melirik lantai atas terdapat Mawar hanya memperhatikannya. "Apa perlu bantuanku?" Ucap angkuh Mawar dari atas sana. Alif meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD