Masa sekolah Alvaro cukup damai, meski teman satu kelasnya memiliki kepribadian yang agak tetap saja ia bisa belajar dengan tenang dibandingkan saat dulu. Jam pelajaran produktif, jam belajar produktif, namun tidak mengurangi jam bermain bersama. Hari ini, Alvaro kembali ke negara asalnya. Sekolah diliburkan dan asrama ditutup selama musim dingin. Tidak disangka, musim dingin sudah datang lagi, ia sengaja tidak memberi kabar pada David, hanya mengabari Reegan saja yang ia minta untuk menjemputnya. "Gimana keadaan lo?" "Lebih baik dibanding sebelumnya,"balas Alvaro sambil memasukkan tasnya ke dalam mobil pria itu. Tidak banyak yang berubah dari pria itu, selain aura ke bule an yang semakin kentara, otot wajah yang semakin tegas, juga aura anak tunggal kaya rayanya semakin mengental.

