Episode 18. Ciggarette, Wine, and Lips

1835 Words

"Apaan sih lo." Saat ini bel istirahat berbunyi, Alvaro yang baru saja menginjakkan kakinya di pintu kantin langsung dutarik oleh Reegan. Kakinya ditarik sehingga menjauh dari kawasan kantin, ia menyentak lengan Reegan dengan kasar. "Apaan dah, freak lo!" Alvaro berbalik untuk menuju kantin lagi, dia sedang lapar saat ini, sungguh. Reegan merangkul bahunya dan membalik badannya dengan paksa, "udah ayok jajan diluar aja." "Hah?" "Dipta sama Jeeskya lagi ngobrol disana, kita jajan diluar aja. Beli nasi uduk di warteg sebelah, belum pernah ngerasain kan lo?" Alvaro mengeryitkan dahinya, "terus hubungannya sama gue di kantin apaan?" "Ya gak ada sih, udah ah ayok gue traktir deh." Alvaro tidak menjawab, ia juga tidak bertanya lagi. Hari dimana ia menjawab ucapan tidak suka Dipta beber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD