Resah

1276 Words
Belum sempat Lila memejamkan mata, ia kembali terganggu dengan bunyi handphone miliknya, ia kemudian mengambil benda pipih itu dan menatap layar dan tertera dengan jelas nama kak Damar pada layar handphone miliknya. "Mau apa lagi sih?" cetusnya. "Halo...!" jawab Lila tak senang. "Lila apa maksud kamu seperti itu, jika kamu memang ingin aku putus dengan Maya, tanpa ragu aku akan lakuin semuanya, tapi tolong jangan dekat dengan Rafa, aku sangat cemburu dan tak tahan melihat mu dengannya," ucap Damar. "Dengar ya, jika kakak berani melukai hati kak Maya, maka aku janji aku tak akan pernah berbicara dengan mu lagi dan jangan pernah mencoba untuk mendekati ku dan keluarga ku lagi," ancam Lila. "Kau yang duluan bersama dengan pria lain?" "Kakak gila, kakak sekarang berhubungan dengan kak Maya, kamu gak pantas sama sekali melakukan hal ini. Apa kakak tau butuh bertahun-tahun lamanya kak Maya membuka hati untuk pria lain dan kau ingin melakukan hal yang sama dengan pria itu, kalian memang b******k," Lila semakin marah dengan sikap kak Damar yang semakin melampaui batas. "Tapi aku mencintai mu, dan aku akan bertanggung jawab untuk itu." "Kau Pria paling b******k yang pernah aku kenal, meski jujur aku juga mencintai kakak tapi maaf cinta itu tak penting sama sekali bagi ku dari pada kebahagiaan kak Maya." "Lila aku tak akan pernah menyerah, jika kau tak membatasi hubunganmu dengan Rafa, maka aku pastikan perasaan ini akan aku ungkap pada Maya," ucap Damar semakin berani dan tak lagi memikirkan perasaan gadis yang pernah ia cintai selama 3 tahun lamanya. "Terserah, aku tak peduli. Berani kau mengacaukan semuanya dan meninggalkan kak Maya, aku bersumpah akan menikah secepatnya dengan Rafa." "Kau....!" belum sempat Damar melanjutkan ucapannya Lila langsung menutup obrolan mereka. "Sial....ia berani menentang ku, awas saja Rafa pasti akan menerima ganjarannya, berani sekali ia mengajarkan hal seperti ini pada Lila. Dasar anak ingusan...!" umpat Damar dalam hati yang masih berada didalam mobil tepat ditaman tempat Rafa dan Lila mengobrol sebelumnya. *** Keesokan harinya Lila tengah bersiap-siap menuju kampus, "Kak Aku nebeng ya!," ucapnya dengan melahap roti yang telah disediakan oleh Maminya. "Nak, pelan makannya nanti keselak." "Tenang aja mi, ini bukan Ikan kok." "Kau itu, belajar anggun dikit Napa?, Ntar nggak ada cowok yang suka sama kamu dan aku yakin Rafa pun akan ilfil dan kabur melihat kelakuan kamu, sebaiknya kamu belajar dewasa umur kamu sekarang udah 20 tahun, jadi sebaiknya jaga sikap kamu," ucap Kak Maya menegur Lila yang kian hari semakin kekanak-kanakan. Lila hanya tersenyum mendengar nasihat dari kakaknya orang yang sangat ia cintai dan ia hargai dalam hidupnya, namun ia tak habis pikir bisa-bisanya kak Damar justru terpikat olehnya meski kakaknya adalah sosok wanita yang sangat sempurna di mata Lila, entah ada apa dengan hati Damar ia malah berpaling dari sosok gadis yang begitu sempurna tersebut. "Lagi mikirin apa sih?, kalau mau nebeng cepat makannya, jangan melamun." Tegur Kak Maya. Di perjalanan menuju kampus Lila tiba-tiba membuka topik pembicaraan, " Kapan kak Maya akan menikah dengan Kak Damar, kok sampai sekarang belum ada tanda-tanda, kakak udah tua loh jangan kelamaan ntar keburu expired baru tahu rasa," celoteh Lila bagai burung Pipit di pagi hari yang terus mencicit tak henti-henti. "Hush ...kamu ini, masa kakak yang harus duluan ngomong sama Damar, seharusnya dia yang inisiatif duluan Bukan Kakak, malu dong," jawab Maya. "Tapi kan, kak Maya dan Kak Damar sudah lama berhubungan, masa sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda mau melamar kakak sih?, sebenarnya dia serius apa nggak sih sama Kakak?" cetus Lila. "Entahlah, kakak juga nggak ngerti dengan isi hati damar," sahut Kak Maya dengan wajah sedih. "loh....kakak sebaiknya selidiki jangan sampai kak Damar punya gebetan lain, makanya terlihat gak serius dengan kakak, aku sih nggak bilang dia punya gebetan, aku cuma wanti-wanti aja jangan sampai Kak Damar punya tambatan yang lain di belakang kakak, kalau memang dia nggak Serius kenapa Kakak nggak tinggalin aja dia, toh banyak laki-laki yang mau sama kakak mereka juga lebih mapan dari pada dia, kenapa sih Kakak harus bertahan dengan laki-laki yang gak serius dengan kakak?" celoteh Lila semakin menggurui kakaknya. "Kamu kok ngomong gitu Lila, aku pikir kamu suka sama Kak Damar, kok sekarang kamu gitu ngomongnya..!" "Jujur, Aku kagum sama Kak Damar tapi ia terlalu lama gantungin kakak gitu, jika memang dia serius pasti ia akan segera melamar kakak tapi buktinya mana?, jangan kebanyakan mendengarkan omongan dan janji-janji manis dia. Kak harusnya minta pembuktian dari dia jika memang dia serius, kasi ultimatum gitu, atau kasih dia batas waktu, toh Kakak juga nggak mudah lagi, sekarang desak dia untuk nikahin kakak secepat mungkin. kalau memang kak Damar nggak serius sama kakak sebaiknya hubungan Kakak dengan Kak Damar Kakak pertimbangkan kembali lagi deh...!, itu sih saran aku aja." "Rupanya adik aku sekarang sudah dewasa udah pandai menasehati orang lain, semoga aja Rafa pandai menjaga hati kamu dan tidak mengecewakan kamu seperti kakak yang pernah mengalami hal yang menyakitkan seperti dulu, pokoknya adik Lila yang satu ini kehidupan asmaranya harus lebih baik dari pada kakak, aku berharap itu sama kamu Dek. Mulai sekarang kamu harus tahu jaga diri jangan terlalu percaya dengan orang lain pokoknya harus pandai jaga diri lah, kamu jangan berhubungan dengan pria dan sampai melewati batas, fokus belajar dan selesaikan kuliah kamu, terus kalau kamu mau lanjut kakak pasti akan bantuin biayanya kamu tinggal bilang aja sama kakak," ucap Maya. "Kakak memang yang terbaik aku berharap Kak Damar tak akan menyakiti Kakak seperti pria yang dulu, pria yang paling b******k yang pernah aku temui, orang yang tidak tahu terima kasih, orang yang tidak punya hati bahkan Menurutku dia adalah pria paling b***t dimuka bumi," ucapnya dengan nada kesal mengingat masa kelam kak Maya. "Udah Lila Jangan bahas dia lagi, itu masa lalu kakak dan kita semua sudah melupakannya semoga kedepannya Kakak akan bertemu dengan pria yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab dan tidak akan menyakiti Kakak lagi," jawab Maya dengan tenang. Mendengar ucapan Kak Maya hati Lila serasa sesak, iya tahu betul situasi yang sedang terjadi sekarang antara hubungan Kak Maya dengan Kak Damar lebih tepat ia bisa dibilang orang ketiga di dalam hubungan mereka, Lila semakin khawatir jangan sampai kak Damar tak mampu mengontrol perasaannya dan menyakiti Kak Maya dan lebih menyakitkan dari pada yang dulu, inilah yang sangat ia khawatirkan dengan Kak Damar, semoga ia mampu melupakan dirinya dan melanjutkan hubungannya dengan Kak Maya hubungan yang sempat ia kacau kan dengan kehadirannya, andai ia bisa menghilang dari kehidupan mereka, mungkin sekarang ia akan melakukan itu demi kebahagiaan seorang kakak yang sangat ia cintai melebihi siapapun. "Kamu mikirin apa sih?, kok sejak tadi sering melamun Kaka liat." "Enggak kok Kak." "Ya siapa tahu gara-gara lagi bucin kamu kesambet akibat sering melamun, itu gawat lho." "Lah kakak sendiri gimana? sering nggak mikirin Kak Damar sampai ngelamun gitu?," timpal Lila. "Ah, kamu mah ditanya malah balik nanya...!" sahut kak Maya. "Emang kenapa kalau Adik tersayang Kakak sekarang sudah mulai memikirkan cowok-cowok ganteng yang ada di sekitarnya sekarang?" "Sekarang udah pandai mikirin cowok, kayaknya bisa jadi ntar kamu deh yang duluan nikah ninggalin kakak, buktinya sekarang cowok-cowok di kampus sudah pada lirik adik mungil kak Maya sekarang, bahkan kadang Kakak Harus bersaing dengan mereka, bener nggak?" "Kakak bisa aja sih..!, jangan dong kalau dilangkahi, ntar kakak tambah tua , dan Kak Damar malah pindah ke lain hati." "Udah sampai tuh buruan, entar terlambat lagi, yang ada dia malah tambah ngambek sama kamu," ucap Maya mengingat salah paham antara Damar dan Lila semalam, ia sama sekali tak menyadari jika Damar cemburu dengan adiknya. "Kok, kelas kak Damar udah mulai emang dimajuin jamnya?" guman Lila melihat pria dengan postur tubuh ideal sedang menatapnya tajam. "Tutup pintu kelas dari luar," ucap Daman terlihat dingin pada Lila. bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD