Sirine ambulans bersahutan memenuhi kawasan Rumah Sakit Lembang. Erro membanting pintu mobil secepat kilat. Beberapa panggilan masuk dari Rio dan rekan kerja Ello berdatangan mengabarkan kondisi yang terjadi di area kecelakaan. Mobil sedan hitam—yang diketahui milik Mario Fabrian— ditemukan dalam keadaan rusak parah. Dengan bagian depan body mobil peyok hingga mengeluarkan asap. Garis kuning telah dipasang untuk mengamankan TKP tersebut. Erro mengumpat sambil berlarian menyusul beberapa orang berjas putih di depannya. Di belakangnya Sharyn mengikuti. Raut wajahnya terlihat panik. Tubuhnya menegang dan seluruh wajahnya pucat pasi. Matanya memerah tampak oleh bekas air mata. “Ri, gimana keadaan El?” Erro berteriak tak sabaran. “Mas Rio! Gimana keadaannya Mas El?” Sharyn menyusul dari bela

