Pagi harinya Sharyn datang dan mendapati Erro dan Rio tidur berhimpitan di sofa. Dia meletakkan paper bag berisi makanan di atas nakas. Kemudian dia duduk di kursi sisi ranjang Ello. Sharyn tersenyum di hadapan Ello yang masih terbaring meski hatinya ingin menangis sekeras-kerasnya. Sharyn meraih telapak tangan Ello dan menggenggamnya. Erro dan Rio sangat terkejut ketika sosok Sharyn sudah duduk di sana. Keduanya jadi salah tingkah karena pasti tadi Sharyn melihat gaya tidur mereka yang jelek. Namun Sharyn hanya diam dan tersenyum kepada mereka. Erro hanya tertawa. “ Udah lama, Ryn?” Sharyn menggeleng. “Baru aja kok, Mas.” Dia berdiri mengambil paperbag di atas nakas lalu menyerahkannya pada Rio. “Itu buat Mas berdua. Sarapan.” “Wah, makasih ya, Ryn.” Rio mengambil satu buah bekal

