Ulang tahun Elvrince

1041 Words
Migael menyeret Nancy keluar dari aula. Tangan besarnya juga masih setia membungkam mulut Nancy. Sesampainya di luar gedung, Nancy mencekal tangan Migael dan menghempaskan dengan kuat. Sehingga tangan Migael pun terlepas dan Nancy bisa bernafas lebih leluasa. “Kau gila Migael! Hampir saja aku terbunuh konyol karena tidak bisa bernafas!” bentak Nancy dengan nafas tak beraturan. “Kau sadar tidak! Karena ulah konyolmu tadi, pesta terhenti dan semua fokus menatap dirimu yang seperti pengintrogasi,” ucap Migael dengan nada tingi. “Aku hanya ingin melindungi El saja, tidak lebih.” Lirih Nancy. “Ya, aku tahu. Tapi caramu tadi sudah seperti ibu tiri. Dia sudah dewasa dan sangat mampu membedakan mana yang baik dan mana yang salah.” Migael memberi pengertian. Apa yang lebih cocok ia sandang kali ini. Selain menjadi sahabat, ia juga sebagai kakak pengganti untuk Nancy dan Elvrince saat Neilh tak ada. Dua gadis remaja yang masih labil, sering kali membuat kepalanya ingin pecah. Belum lagi aksi extreme mereka juga sering membuatnya hampir di penggal. Andai saja ia memiliki seribu nyawa, tentu Neilh akan memenggal kepalanya berkali-kali. “Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya Nancy, akhirnya mengalah. “Tidak ada. Masuk ke dalam dan nikmati pesta.” Jawab Migael datar. “Ck!” Nancy memutar kedua bola matanya asal lalu berbalik dan kembali ke dalam untuk bergabung dalam pesta. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, dan pesta semakin meriah. Hanya pesta tertentu, pihak sekolah akan mengadakan pesta sampai pagi. Asrama sekolah juga sangat luas untuk menampung seluruh siswa. maka dari itu, akses jalur udara ditutup total. Semua itu untuk mencegah pihak luar yang mencoba masuk area Hidden side. Pesta Hallowen itupun berjalan dengan lancar dan meriah seperti tahun-tahun yang lalu. Chapter 4 story N.A “Kau seperti pencuri saja Nanc,” ucap Migael yang berada di samping Nancy. “Diam kau!” desis Nancy tajam. Lagi-lagi Migael harus menghembuskan nafas kasar. Sudah dua jam, ia dan Nancy berkeliling beberapa mall tapi barang yang Nancy inginkan belum juga didapatkan. Entah berapa puluh butik di jelajahi tapi tak kunjung cocok dengan selera Nancy. “Sebenarnya, gaun seperti apa yang kau inginkan? Ini hanya satu malam saja.” Ucap Migael mulai kesal. Jujur, ia sudah lelah harus berkeliling mall yang sama besar dan luas. “Gaun yang mewakili karakter aku dan Elvrince. Kau pulang saja jika lelah menemaniku,” jawab Nancy tanpa memandang ke arah Migael. Besok adalah ulang tahun Elvrince. Setelah pesta ulang tahun sahabatnya itu, ia harus pergi ke Italia untuk menempuh pendidikan khusus bisnis yang sudah dipersiapkan oleh ayah dan kakaknya. Sebagai anak kedua dari keluarga Agatha, mau tidak mau ia juga harus terjun membantu mengelola aset milik keluarga. Tidak mungkin juga ia membiarkan sang kakak mengurus sendiri. Jika ia boleh memilih, ia akan lebih senang menjadi anak seorang pengusaha biasa yang hanya memiliki beberapa perusahaan. Tapi Tuhan terlalu menyayangi dirinya sehingga diberikan kekayaan yang tak terhitung. Membayangkan deretan aset di berbagai negara, bahkan ada juga yang di belahan benua lain membuat kepala Nancy pusing seketika. Ia menggelengkan kepala pelan untuk mengusir lalu kembali melihat gaun. Pandangan mata Nancy terpana. Gaun yang terpajang di lemari kaca sebuah butik menarik perhatiannya. Ia melagkah cepat menghampiri gaun itu. Tidak perlu lama untuk dirinya ketika kartu card dengan logo unik disodorkan. Bahkan gaun itu dibungkus langsung oleh pemilik toko. Setelah mendapat apa yang ia inginkan, ia meninggalkan toko itu dan meluncur ke rumah Elvrince. Mobil sport mewah keluaran terbaru melesat meninggalkan area parkir mall. Nancy membuka atap mobil, seketika angin segar menerpa wajahnya yang cantik alami tanpa polesan. Hanya butuh beberapa menit saja, mobil yang dikendarai sendiri itu telah sampai di pelataran Mansion Aurzach. Ia berhenti di depan pintu utama yang banyak pekerja dekorasi. Tak ingin membuang waktu, Nancy segera turun dan langsung menuju lantai atas. Lebih tepatnya kamar Elvrince. Ia yakin jika second mom telah menyiapkan tukang rias yang profesional. Ceklekkk “El......!” teriak Nancy dengan lantang. Semua orang yang sedang merias Elvrince sontak menutup kedua telingan dengan kedua telapak tangan. “Nancy! Kau gila!” maki Elvrince sambil menutup kedua telinganya. Melakukan hal sama seperti para perias. “Oh! Maaf. Aku membawakan hadiah untukmu,” seru Nancy sambil melangkah masuk ke dalam kamar dan meletakkan dua paper bag di atas ranjang besar. “Benarkah?” tanya Elvrince memastikan. Ia segera berdiri dan menghampiri Nancy di ranjang. Elvrince segera membuka paper bag dan mengeluarkan sesuatu di dalam isi tersebut. Kedua matanya berbinar melihat gaun berwarna coklat terang sepanjang lutut. Bagian bawah berlapis dan sedikit mengembang, mirip seperti kelopak mawar. Bagian belakang memanjang seperti ekor. Bagian atas tanpa lengan dan bertabur berlian. “Ini sangat cantik,” lirih Elvrince tapi masih di dengar semua orang yang berada tak jauh darinya. “Apa kau suka dengan seleraku?” tanya Nancy. Elvrince mengalihkan pandangannya ke Nancy, ia meletakkan gaun itu di ranjang lalu menghambur memeluk Nancy, hingga Nancy terbanting ke ranjang. “Apapun yang kau berikan selalu luar biasa. Terimakasih,” ucap Elvrince jujur. “Lepaskan!” seru Nancy. Elvrince melepaskan Nancy lalu mulai bersiap untuk menyelesaikan riasan. Ia harus segera turun dan menyambut para tamu yang tak lain teman sekolahnya. Nancy dan Elvrince turun dan berjalan beriringan dengan gaun yang sama. Hanya yang membedakan, milik Nancy berlengan panjang transparan. Sedangkan milik Elvrince tanpa lengan. Mereka bergandengan tangan memasuki taman depan Mansion yang sudah dirubah menjadi indah dan meja-meja yang menyebar. Kali ini pesta ulang tahun Elvrince hanya diadakan area mansion dan berada di outdor. Elvrince berdiri di depan kue yang sangat besar, ia memejamkan mata untuk membuat permohonan lalu meniup lilin itu. “Selamat ulang tahun El...” ucap Nancy pada Elvrince. “Terimakasih,” “sekarang lihatlah ke sana!” perintah Nancy pada Elvrince sambil menunjuk. Elvrince mengikuti jari telunjuk Nancy, sontak ia menutup mulut dengan kedua tangannya. Kedua mata mulai berkaca-kaca tak percaya, ia melangkah pelan menghampiri mobil besar yang terparkir tak jauh dari lokasi acara. Sebuah mobil sport keluaran terbaru yang sudah di modifikasi luar biasa cantik mulai diturunkan. Salah satu petugas itu menyerahkan sebuah amplop, Elvrince segera membuka dan melihat isi dari amplop itu, Selamat ulang tahun my twin... Maaf, aku tidak bisa datang. Sebagai gantinya, aku memberikanmu hadiah kecil. Kuharap kau menyukainya. Kakak paling tampan di dunia Neihl   "Aku menyayangimu kak," lirih Elvrince.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD