Di dalam taksi, Kirana memegang tasnya erat. Pikirannya campur aduk, tapi tubuhnya berjalan otomatis begitu ia sampai di rumah sakit. Setelah beberapa pemeriksaan dan tes yang berjalan hampir satu jam, akhirnya seorang dokter memberikan amplop hasil pemeriksaan dan selembar kertas keterangan. Empat minggu. Kirana butuh beberapa detik untuk memprosesnya. Saat berjalan keluar dari rumah sakit, langkahnya terasa lebih cepat dari biasanya. Ada rasa hangat yang sulit dijelaskan—bukan euforia, bukan panik—lebih seperti sesuatu yang akhirnya menemukan tempatnya. Di dalam taksi pulang, Kirana mengetik pesan untuk Bram. [Kirana: “Pak Bram… malam ini kita makan di luar ya? Aku mau tempat yang sepi dan enak. Jangan bilang tidak. Please 🥺”] Bram yang sedang meeting singkat dengan timnya menatap

