Dua minggu sudah berlalu, usaha Ayu tidak membuahkan hasil, dia sudah berusaha mendekati Bramasta dengan cara paling terhormat sampai yang tidak terhormat, menjebak Bramasta untuk tidur dengannya. “Percuma kamu melakukan ini, perasaan pria yang sungguh-sungguh itu tidak akan teracuni oleh bujuk rayu apapun karena hatinya akan berpusat pada satu wanita saja,” tegas Bramasta membelakangi Ayu yang penampilannya hampir tidak senonoh. “Tidakkah sangat disayangkan, Ayu. orang cerdas seperti kamu harus melakukan hal ini? Aku berikan kamu jalan keluar, kalau kamu mau kabur keluar negeri, aku akan membantumu jadi kamu akan bebas dari tekanan dari keluargamu atau keluargaku” tambahnya. “Nggak bisa begitu, Mas Bram. Aku sebenarnya malu mengakui ini, tapi aku beneran suka sama Mas Bram.” aku Ayu li

