22

1321 Words

Hujan turun deras sejak sore, membasahi halaman perpustakaan hingga memantulkan cahaya lampu taman yang temaram. Kylla melangkah keluar sambil memeluk tasnya, jaket tipisnya tak banyak membantu menahan dingin. Di sampingnya, Mona--yang sejak tadi sibuk menutup payung--dan Hanry berjalan pelan. “Mona benar-benar timing-nya pas,” gumam Kylla sambil melirik ke arah gerbang. “Baru saja hujan langsung dijemput pacarnya.” Mona terkekeh kecil. “Iya, dia juga sudah kirim pesan. Katanya takut kamu kehujanan.” “Aku sudah bilang Ethan akan menjemput,” jawab Kylla pelan, meski matanya kembali mengecek layar ponsel. Belum ada pesan baru. Hanry berhenti di dekat bangku halte kecil, membuka payung lebih lebar. “Kamu tunggu di sini saja. Jangan berdiri di hujan.” “Terima kasih,” Kylla tersenyum, lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD