Hari-hari Ethan dan Kylla mengalir dengan ritme yang semakin selaras. Tak ada lagi jarak kaku atau percakapan yang terasa dipaksakan. Pagi-pagi mereka sering diisi dengan kebersamaan sederhana--sarapan yang disiapkan bersama, tawa ringan sebelum berangkat, dan pelukan singkat yang selalu menjadi penutup sebelum berpisah sementara. Ethan semakin sering pulang tepat waktu, bahkan tak jarang memilih bekerja dari rumah hanya agar bisa berada lebih lama di dekat istrinya. Sementara Kylla, dengan caranya yang lembut dan penuh perhatian, menjadi penenang di tengah dunia Ethan yang keras dan penuh tuntutan. Malam-malam mereka pun diisi dengan obrolan ringan di sofa, membicarakan hal-hal kecil yang dulu tak pernah terpikirkan--tentang rencana liburan, film yang ingin ditonton, atau sekadar saling

