44

1160 Words

Edgar mengira ia tidak akan punya waktu untuk berlama-lama, namun Valeska mengajaknya makan siang setelah membahas berbagai hal tentang misi rahasia yang diberikan kepadanya. Ia mengamati Valeska yang sedang mengiris bistik dalam piring, kemudian memasukkan potongan daging yang sudah diiris itu ke dalam mulut. Seketika Valeska mendesah nikmat. "Makan lah," kata Valeska sambil mengunyah. "Ini adalah restoran terbaik di Vanadis. Kau tidak akan kecewa dengan makanan dan minuman yang ada di sini. Juga dagingnya sungguh berkualitas tinggi. Pokoknya nggak main-main." "Aku tidak tahu apakah aku bisa memakan makanan mahal ini," ujar Edgar sambil memandang daging bistik dalam piringnya yang belum tersentuh. Aroma masakan itu sangat sedap, namun ia tidak berselera. "Kenapa?" Tanya Valeska. "Apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD