"Pagi," Ben baru saja keluar dari kamar mandi. Ia tampak riang sementara Edgar duduk dengan ekspresi cukup gelisah di atas ranjang. "Apa yang kau cemaskan?" Tanya Ben setelah berpakaian. "Kau hanya akan bertemu dengan Valeska. Bukankah tidak ada hal yang baru? Atau kau masih tidak terbiasa dengan Valeska? Yah... Sebenarnya dia adalah wanita yang menyenangkan. Jika kita bersikap baik, maka dia akan bersikap lebih baik dari kita. Jika kita memaki, maka makiannya lebih menakutkan berkali-kali lipat." "Apakah kau mempercayai Valeska?" Tanya Edgar. "Aha," Ben mengangguk-angguk. "Rupanya ini soal kepercayaan..." Edgar memperhatikan Ben yang sibuk merapikan rambut. Ini pasti telah menjadi kebiasaan baru Ben. Sebab di Chroma Ben tidak pernah mengurus rambut dengan seksama seperti ini. "Bagaim

