39. Egois dan Harga Diri

1007 Words

"Mas," panggil Zenith memecahkan keheningan di antara mereka. Dito pun menolehkan kepalanya, menatap Zenith dengan salah satu alis yang dinaikkan. Matanya terlihat menatap bertanya pada penampilan Zenith sekarang yang lebih mirip seorang pasien. Namun, lagi-lagi perilaku suaminya yang seperti ini malah membuat hati Zenith sakit. Pria itu tak menanyakan keadaannya yang datang dengan kursi roda, atau apa yang terjadi padanya saat ini. Apa dia sudah buta? Atau hatinya sudah benar-benar mati rasa. Suasana hatinya benar-benar dibuat berantakan dengan tindakan suaminya kini, ia pun memilih membuang pandangannya ke arah lain dan mendengus kesal. "Ada apa Zenith?" tanya Dito lagi saat melihat istrinya tak kunjung mengeluarkan suara. "Enggak," jawab Zenith cuek. "Clarissa sudah makan?" Dito

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD