Setelah tangisan hebat Deeva tempo hari, putri kecil itu tak pernah lagi menanyakan tentang Daddynya. Terutama saat melihat aku bukan menjawab pertanyaannya melainkan hanya menangis hebat bersamanya. Rasanya sakit melihat gadis sekecil Deeva begitu cepat menghentikan tangisnya dan menghapus tangis yang akhirnya kembali aku keluarkan. Deeva bertindak jauh lebih dewasa dari anak-anak lain seumurannya. Dia mengetahui seberapa besar pengorbananku dalam melahirkan dan merawatnya sampai saat ini. Dia tertidur dalam pelukanku, dan besoknya sudah kembali ceria lagi. Seolah tangisan hebat dan pertanyaan itu tak pernah terjadi dan Deeva tak pernah sekalipun mengungkitnya lagi. “Mommy....” panggil Deeva yang sedari tadi menikmati sarapannya. Nasi dengan sayur bening yang diberi labu kuning, khas

