Suara burung yang bernyanyi, sinar matahari yang mengintip dari balik gorden putih kamar atau bahkan suara kelontang yang dilakukan oleh Tami di area dapur membuat mataku terbuka. Bukan kekesalan yang aku rasakan sekarang, melainkan rasa bahagia. Seperti biasa, aku mengangkat tubuhku bangun dari ranjang dan menggeliat kan tubuh. Perlahan, aku turun dari ranjang dan berjalan menuju connecting door yang ada di dinding depan kamarku, mengendap perlahan dan melihat gadis kecilku tertidur dengan tumpukan bantal dan boneka-bonekanya di atas kepala. Wajahnya terlihat begitu teduh dan manis, menggodaku untuk berjalan mendekat dan mengecupi pipinya. “Good Morning, Snow white,” sapaku saat melihat pergerakan tubuhnya. Dia mulai mengucek matanya dan memamerkan senyuman paling manis yang dia milik

