BAB 23.

1087 Words

Mia masih terdiam, seraya mengarahkan pecahan kaca ke arah Amira dan Ambar. Namun, tiba-tiba Mia mengubah arahnya, mengarahkannya kepada dirinya sendiri. "Jangan mendekat atau aku tidak segan-segan untuk mengakhiri hidupku sendiri!" teriak Mia. "Nona, jangan lakukan itu, nona," pinta Amira dengan nada serius, mata penuh kekhawatiran. Mereka berdua mengangkat tangan mereka, mencoba menenangkan Mia dan memastikan bahwa mereka tidak akan mendekatinya dengan cara yang menakutkan. "Alex, apa kamu tidak merasa curiga?" tanya Van. "Curiga? Curiga dengan apa?" Alex bertanya balik. "Alpha, bocah itu sedikit mencurigakan. Dia adalah adik Mia tapi kenapa..." Van menggantung kata-katanya. "Tapi apa?" tegas Alex. "Bukankah dia hanya bocah SMA? Tapi bagaimana mungkin dia bisa melakukan pertol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD