BAB 22.

1027 Words

Malam tiba, jalanan kota terlihat indah, meski sebenarnya itu hanya semu. Cahaya lampu jalan menyinari trotoar, menciptakan ilusi kedamaian. Namun, di balik gemerlapnya kota, tersembunyi cerita-cerita gelap yang tak terlihat oleh mata yang terbiasa melihat kecantikan permukaan. Di sudut-sudut terpencil, rahasia dan intrik membara, siap meledak kapan saja. Inilah kota yang tidak pernah tidur, tempat di mana kehidupan dan kematian saling berdampingan dalam harmoni yang menakutkan. Van menyusuri jalanan kota dengan hati-hati, menelusuri setiap gang dan sudut demi menemukan alamat yang diberikan oleh Alpha. Cahaya lampu jalan berkilauan memantulkan bayangan gedung-gedung tinggi dan kendaraan yang melintas. Suara gemerisik kota menjadi latar belakang dari tekadnya untuk menemukan keberad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD