BAB 57 EMOSI, CINTA DAN BENCI

1219 Words

“Aku tidak akan memecatmu! Kau akan terus bekerja di tempat ini dan kuperingatkan kepadamu, untuk bersikap profesional!” bentak Ryan. Karin hanya bisa membatin saja, kalau dirinya memang harus bersabar dan menjalankan pekerjaannya. Karin diam, menyenderkan badan pada pintu mobil, dengan tatapan hampa. Ia tidak memiliki semangat untuk kembali bekerja di perusahaan Ryan. Akan tetapi, ia harus melakukannya. Tidak saja demi dirinya sendiri, tetapi juga demi Ibunya. Sopir pribadi Ryan melirik ke arah belakang, melalui kaca spion. Namun, ia tidak membuka mulutnya, sekalipun ia mendengar pertengkaran bosnya. Namun, ia hanya bisa bersikap tuli dan buta. Berpura-pura tidak mendengar dan melihat apa yang terjadi di dalam mobil tersebut. Ia hanya bisa merasa kasihan saja kepada kekasih tuannya i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD