PROLOG
Matahari bersinar melalui celah diantara gedung pencakar langit kota Asternal. Sisa-sisa salju masih terlihat di beberapa batang pohon dan atap rumah. Para petugas pembersih mulai melakukan pembersihan jalan dari sisa tumpukan salju dengan menggunakan alat sihir dan beberapa mobil pembersih ciptaan laboratorium AE ( Asean Electric) salah satu cabang dari Asosiasi Kimia yang berjalan secara otomatis. Dan setiap mobil berjalan, tumpukan salju akan mencair dengan sendirinya mengalir masuk ke saluran pembuangan air di sebelah kanan dan kiri jalan.
Di seberang jalan, beberapa siswa akademi akan ditemukan tengah berjalan dengan buku di tangan , beberapa menaiki smart weel, dan beberapa menggunakan alat sihir terbang untuk menuju akademi masing-masing. Di Asternal memiliki tiga akademi terkenal di seluruh negeri. Pertama Holy’s Academi—yang terkenal dengan memiliki lulusan terbaik penyihir elemen, Ward’s Academi—yang terkenal dengan banyaknya lulusan baik dalam bidang ramuan sihir, dan terakhir ada Akademi Olympus—sebuah sekolah yang terbaik diantara keduanya. Olympus memiliki tiga departemen unggulan yaitu departemen sihir yang mengkhususkan diri pada pola sihir dan mantra-mantra, kedua adalah departemen alat-alat sihir dimana siswa akan diajarkan bagaimana merangkai dan menciptakan alat-alat sihir, dan terakhir adalah departemen penelitian —dimana para siswa akan diajarkan bagaimana cara meramu ramuan sihir. Semua itu pada akhirnya akan menjadi pilar bantuan bagi Asternal untuk membersihkan dungeon sebelum dungeon mengalami break ( membludaknya para monster hingga dapat menembus ke dimensi manusia) dan para monster menyerang manusia.
Namun selain dari tiga akademi itu, ada satu akademi yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga kerajaan, itu adalah Royal akademi. Akademi Royal sendiri namanya memang jarang disebut dalam jejeran akademi populer oleh penduduk biasa dikarenakan sistem kasta yang masih tertanam kuat di akademi itu sebagai persyaratan masuk dan biaya yang sangat tinggi sebagai pajak yang ditangguhkan keluarga peserta didik. Hanya anak-anak dari keluarga kerajaan, atau kerabat kerajaan saja yang dapat memasuki akademi. Namun ada satu pengecualian untuk warga biasa masuk di akademi Royal, yaitu mereka yang benar-benar seorang jenius. Meskipun dapat memasuki akademi Royal, pada akhirnya mereka hanyalah akan menjadi bawahan dari para bangsawan kerajaan itu. Karena itu tidak jarang diantara para jenius memilih untuk memasuki akademi Olympus dan menentukan masa depannya sendiri dibandingkan mendapatkan beasiswa penuh di akademi Royal.
Mari kembali pada saat ini, tak jauh dari keramaian sosok jangkung dengan wajah tirus tampak berjalan mengisolasi diri dari banyaknya pejalan kaki. Dia tidak membawa tas dipundaknya, namun ada sebuah cincin ruang yang melingkari ibu jari miliknya. Di tengah permata cincin itu terdapat simbol sebuah mahkota berwarna zamrud, menandakan dia seharusnya bagian dari salah satu bangsawan yang merupakan kerabat kerajaan. Namun pada kenyataan seragam biru yang dikenakannya dengan lambang Olympus di saku kanan jas seragamnya—menjelaskan bahwa dia juga merupakan salah satu pengecualian yang ada di dalam sistem kasta kerajaan. Kamu yang berasal dari keluarga kerajaan tanpa bakat, maka kamu hanya akan dibuang di akademi dibawah akademi Royal. Itu adalah hal yang paling memalukan bagi keluarga kerajaan karena sama saja kamu merupakan orang buangan di dalam sistem hierarki kerajaan itu sendiri. Dan sayangnya dia—sang buangan itu saat ini tengah berada di tengah-tengah lalu lalang siswa. Dialah Arthur Dewantara—anak ketiga dari keluarga Duke Dewantara atau sering dikenal dengan ‘si anak tak berbakat dari keluarga bakat emas’.