BAB 39 Munculnya Duze (2): terjatuh

2232 Words

Air mata Adora berhenti,dia menoleh kebelakang. Mereka semua kompak melihat arah yang sama. Teriakan itu makin kencang bersamaan dengan itu terdengar bunyi gemuruh dan getaran di dalam dungeon. “Ini seperti akan runtuh! Kita harus berlari kedepan!” Julian berteriak memimpin. Dibawah kepimpinannya, keenamnya berlari mengikuti jejak Victor masuk ke sisi dalam dungeon. “Gerry, Arom, kalian buat perisai untuk kami dari depan dan belakang, sedangkan Rohan kau lindungi kau buatlah perisai dari atas!” teriak Julian di sela-sela larinya. “Kami mengerti!” mereka membuat perisai sesuai himbauan Julian. Arthur sangat kagum pada Julian karena di usianya yang masih muda, dia memang memiliki kepemimpinan yang sangat baik. Untuk perisai ini, jika memang sangat membutuhkan nanti, Arthur akan memberika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD