Wajahku terasa memucat setelah Nino menyelesaikan kalimatnya. Dari mana dia tahu aku dan Beni telah bercerai? Apa dari orang-orang terdekatku? Padahal aku mati-matian menjaga rahasia ini. Aku tidak mau Nino kasihan padaku karena tahu aku telah bercerai dengan Beni. "Dari mana kamu tahu?" bisikku tertahan. Samar terlihat senyumannya, tapi entah mengapa aku malah ketakutan saat melihatnya. Senyuman yang terasa sangat mengintimidasiku. "Bukan hal yang penting, Nay. Semua hal tentangmu, nggak ada yang pernah terlewat olehku," sahutnya. Mataku membesar mendengar ucapannya. Apa dia semacam penguntit? Sampai tahu apa pun tentangku di saat kami tidak lagi bersama? "Aku selalu mencari tahu apa pun tentangmu sejak kamu meninggalkan aku. Seperti obsesi," lanjutnya. "Mungkin semua ini karena aku b

