Pagi di Menara Saverio biasanya diawali dengan aroma kopi mahal dan deru lift yang membawa para eksekutif ke puncak menara. Namun, hari ini ada aura yang berbeda. Sebuah sedan hitam mewah berhenti di depan lobi, dan sesosok wanita turun dengan langkah yang sangat tenang namun penuh otoritas. Yasmin datang, dan ia tidak mengenakan gaun rumah tangga yang lembut. Hari ini ia mengenakan blazer berwarna biru dongker yang tajam, rambutnya disanggul rapi, dan tas kulitnya tersampir di lengan dengan kokoh. Yasmin adalah seorang pengacara, dan hari ini ia datang bukan sebagai istri yang cemburu, melainkan sebagai penasihat hukum bagi keutuhan keluarganya. Yasmin melangkah melewati meja resepsionis. Staf di sana tertegun, hendak menyapa namun lidah mereka kelu melihat tatapan mata Yasmin yang

