Swiss menyambut keluarga Saverio dengan pelukan udara dingin yang menusuk tulang namun menyegarkan. Sejauh mata memandang, puncak-puncak Alpen yang berselimut salju putih bersih tampak kontras dengan langit biru kristal. Tidak ada lagi bising klakson Jakarta, tidak ada lagi aroma kopi kantor yang memuakkan, dan yang paling penting, tidak ada dering ponsel dari Vania. Zermatt adalah desa bebas kendaraan bermotor yang sangat tenang. Begitu turun dari kereta api khusus, Aksa langsung melompat kegirangan melihat tumpukan salju di pinggir jalan. "Mama! Lihat! Es serutnya banyak banget!" teriak Aksa sambil mencoba menyentuh salju dengan tangan telanjangnya yang kecil. "Aksa, pakai sarung tanganmu dulu, Sayang. Nanti tanganmu kaku seperti es batu," ujar Yasmin sambil tertawa, ia sendiri tam

