Pukul enam pagi, dapur kediaman Saverio sudah sibuk. Nur sudah kembali ke takhtanya dengan celemek kesayangannya, tapi kali ini ia tidak sendirian. Yasmin ikut membantu memotong buah. "Aduh Yas, kamu istirahat aja. Baru juga sampai kemarin sore, pasti masih jetlag," ujar Nur sambil membolak-balik nasi goreng. "Nggak apa-apa, Mbak. Aku justru kangen bau bawang goreng dapur kita. Di Swiss makannya keju terus, lama-lama enek juga," jawab Yasmin sambil tertawa kecil. Aksa turun tangga dengan mata yang masih setengah tertutup, menyeret bantal kecilnya. "Tante Nur ... Aksa mau nasi goreng yang ada sosisnya banyak." "Siap, Tuan Muda! Sosisnya sepuluh ya?" goda Nur. "Kebanyakan, nanti perut Aksa meledak!" sahut Aksa yang langsung duduk di kursi makan. Rafka muncul tak lama kemudian, sudah

