part 47. teguran

1114 Words

Senin pagi yang sibuk. Vania masuk ke ruangan Kaizan dengan setelan power suit berwarna biru tua yang sangat tertutup, namun dipotong dengan sangat presisi hingga memberikan kesan otoritas yang seksi. Ia tak lagi mengenakan pakaian dengan leher rendah, tak juga mengenakan rok mini. Ia tampil sebagai prajurit korporat yang sempurna. "Selamat pagi, Pak Kaizan. Saya sudah merapikan draf merger dengan pihak Singapura. Ada tiga poin krusial yang mereka ubah secara sepihak semalam saat Anda sedang beristirahat," ujar Vania dengan nada suara yang tenang, sangat profesional. Kaizan mendongak, alisnya bertaut. "Ubah sepihak? Poin yang mana?” Vania melangkah mendekat, namun ia menjaga jarak satu meter, sesuai batasan baru yang ditetapkan Kaizan. Ia membentangkan dokumen di meja. "Soal pembagia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD