Pagi itu, Kaizan terlihat sangat tegang. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa kepala adat setempat menghentikan alat berat karena merasa ada kesepakatan yang dilanggar oleh manajer proyek sebelumnya. Kerugian per hari bisa mencapai angka miliaran rupiah. Vania masuk dengan langkah yang sangat terukur. Ia tidak lagi memakai parfum yang menyengat, melainkan aroma kayu cendana yang memberikan kesan bumi dan ketenangan. "Pak Kaizan, saya sudah mendapatkan akses langsung ke garis keturunan Kepala Adat di sana. Ternyata, mereka hanya ingin bicara dengan seseorang yang mereka percayai secara personal, bukan sekadar utusan korporat," ujar Vania sambil menyodorkan draf surat undangan non-formal. Kaizan mendongak, matanya yang lelah tampak sedikit berbinar. "Kamu bisa menghubungi mereka? Baga

