part 21. resmi jadi nyonya

1372 Words

Pagi itu, Jakarta diguyur hujan gerimis yang seolah ikut meratapi apa yang akan terjadi di dalam kediaman megah Saverio. Tidak ada pesta besar, tidak ada tamu undangan dari kalangan elit, dan tidak ada karpet merah yang membentang panjang. Hanya ada sebuah meja kayu jati panjang di ruang tengah, seorang penghulu, dua orang saksi, dan atmosfer yang lebih mirip dengan suasana pemakaman daripada pernikahan. Yasmin berdiri di depan cermin besar di kamar utama. Ia mengenakan kebaya putih sederhana namun elegan, hasil karya perancang ternama yang dipesan Kaizan dalam semalam. Wajahnya dipoles riasan tipis, menutupi sembab di matanya akibat tangisan semalam setelah mengetahui rahasia kelam antara ayahnya, ibunya, dan Hendra Saverio. "Mama cantik sekali," suara kecil Aksa memecah lamunan Yasm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD