part 33. sahabat

1011 Words

Pagi itu, suasana kediaman Saverio terasa jauh lebih hidup. Aroma bawang putih yang ditumis dengan mentega, aroma khas masakan rumah menyeruak ke lantai atas, mengalahkan aroma pewangi ruangan otomatis yang mahal. Kaizan turun dari tangga sambil membetulkan jam tangannya, namun langkahnya terhenti di ambang pintu dapur. Ia melihat Yasmin, istrinya yang merupakan pengacara kondang, sedang tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang seikat bayam. Di depannya, Nur sedang bergaya memegang sodet seolah-olah itu adalah tongkat ratu. "Yas, kamu inget nggak dulu? Waktu kita nggak sengaja numpahin sup pesanan Nyonya Sarah, terus kita berdua gemeteran di gudang sambil makan sisa kerupuk?" Nur bercerita dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos. Yasmin menyeka air mata saking lucunya. "Inget bang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD