Mulai Mendekati

907 Words
Elia sedari tadi mondar-mandir tak jelas didalam kamarnya, karena tak tau harus bagaimana menghadapi kaisar yang sudah duduk manis diatas kasurnya. Kaisar yang melihat kegelisahan dari permaisurinya pun hanya tersenyum simpul. "Permaisuri apa yang sedang kamu pikirkan, duduklah" kaisar menepuk kasur. "Tidak mau" ucap Elia ketus. "Apakah permaisuri ingin berdiri terus sampai pagi?" Tanya kaisar, Elia hanya diam tak menanggapi. Kaisar pun kesal dengan tingkah permaisurinya itu dia pun berdiri dan langsung menarik Elia dari belakang. Brukkk "Aduhhh, sakit bodoh" Elia marah karena dirinya ditarik dengan kasar dan langsung terduduk dikasur dengan keras. "Jaga bicaramu permaisuri" ucap kaisar penuh penekanan dan mendekati wajah Elia. "Menjauh dariku" Elia mendorong kaisar. "Diamlah permaisuri zhen tak akan melakukan apa pun padamu" ucap kaisar Grain. "Terus apa maksudmu yang ingin bermalam denganku" ketus Elia penasaran. "Apa masalahnya jika zhen ingin tidur dengan istri sendiri?" Tanya kaisar, Elia pun terdiam. "Ya tidak masalah, bukankah kau biasanya tidur dengan selir Vira" jawab Elia. Kaisar pun menyerngit "tidur dengan selir Vira?" "Iya" jawab elia ketus, "apakah permaisuri cemburu?" "Siapa juga yang cemburu" jawab Elia kesal. "Zhen tak pernah bermalam dengan siapa pun" jawab kaisar. "Bohong" "Zhen tak mungkin membohongimu permaisuri" ucap kaisar cepat. "Terus?" "Baru malam ini zhen mendatangi kamar istri zhen" ucap kaisar Grain dengan sungguh-sungguh. "What?, berarti hampir 2 tahun dia menikah baru kali ini bermalam dikamar istrinya?, apa dia gay?" Batin Elia sambil bergidig ngeri. Takkk "Zhen masih suka wanita" ucap kaisar sambil memukul kepala Elia. "Terus bukankah kamu selama ini selalu berkunjung kekediaman selir Vira?" Tanya Elia. "Iya zhen memang setiap hari kesana, karena kalau zhen tak kesana selir Vira akan terus mengganggu zhen kerja" jawan kaisar, Elia pun mengangguk mengerti. "Cih dasar selir tak tau diri, bener-bener ya yang namanya pelakor semuanya tak tahu diri" batin Elia. "Terus apa tujuanmu ingin bermalam disini?" Tanya Elia lagi. "Awalnya zhen hanya ingin membohongi selir Vira, karena zhen tidak ingin bermalam dengannya" ucap kaisar. "Terus, kenapa malah kesini?" "Karena zhen tidak ingin berbohong jadi zhen akan bermalam disini dengan permaisuri zhen" jawab kaisar, biasanya dia akan acuh kalau ada yang bertanya tidak tau kenapa kalau elia yang bertanya dia akan menjawabnya terus. "Dan zhen juga ingin menyampaikan bahwa zhen besok akan pergi berperang" lanjun kaisar, Elia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja sedari tadi sambil bergumam 'ohh'. "Hari sudah malam tidurlah" ucap kaisar sambil membaringkan tubuhnya, tetapi Elia malah beranjak akan pergi. "Tidurlah disini, zhen tak akan melakukan apapun" kaisar menarik lengan Elia saat Elia akan beranjak. Elia pun menatap kaisar Grain dengan mata yang memicing. "Percayalah" ucap kaisar. Elia pun menghela napasnya pasrah dia beranjak menaiki kasur dan berbaring disamping kaisar lalu meletakkan bantal guling ditengah-tengah mereka berdua dan elia langsung memejamkan matanya. Kaisar tak masalah dengan itu yang terpenting sekarang tidur karena dirinya tak mau terlambat bangun saat mau berperang. Keesokan harinya Elia terbangun dan menengok kesampingnya sudah tak ada orang disana. Bahkan Elia sempat berpikir seperti difilm dirinya bangun dan menengok kesamping ada suaminya yang masih tertidur dan dia memandang wajah tampan suaminya itu. Elia langsung menepis pikiran konyolnya itu, "apaan sih kenapa jadi mikirin kaisar tuh kaisar songong" gumam elia sambil mengibaskan tangannya sendiri. "Permaisuri, hamba sudah menyiapkan air untuk permaisuri mandi" ucap Yuni yang datang dari tempat pemandiannya. "Baiklah, kamu siapkan saja baju untukku kenakan" ucap Elia. "Hamba mengerti permaisuri" ucap Yuni. Elia bergegas mandi setelah itu merias dirinya dibantu oleh Yuni. Sekarang Elia tengah berada didepan gerbang kerajaan untuk melepas kaisar pergi berperang. Raut wajah Elia terlihat sedih padahal dalam hatinya sangat senang karena tak ada yang melarang dirinya pergi kemana pun. "Zhen pamit permaisuri" ucap kaisar. "Hati-hati disana, jaga diri, semoga tuhan melindungimu agar kamu bisa pulang dengan selamat" ucap Elia lain dengan ucapan didalam hatinya. "Pergi saja sana semoga tidak kembali lagi" batin Elia. Kaisar pun memeluk Elia dengan erat "jangan harap permaisuri bisa bebas, karena zhen telah menugaskan penjaga bayangan untuk selalu memantau permaisuri" bisik kaisar lalu melepaskan pelukannya. "Kaisar sialan, mati aja lu" batin Elia kesal. Kaisar pun berjalan kearah sampik dimana ada selir Vira disana. "Hikks, grain'er jaga diri kamu baik-baik disana, pulanglah dengan selamat dan jangan pernah lupakanku, hikks" ucap selir Vira sambil terisak dipelukan kaisar. "Pasti, jaga dirimu baik-baik disini" ucap kaisar sambil mencium kening selir Vira, dan langsung saja bisik-bisik antar pelayan terjadi. 'Selir Vira memang dicintai kaisar' 'Kenapa permaisuri tak dicium' 'Pasti permaisuri sakit melihat itu' 'Kasihan sekali permaisuri' Elia yang mendengarnya pun hanya acuh tak mempermasalahkan itu semua. Setelah berpamitan kepada semuanya kaisar pun langsung menaiki kuda dan menjalankannya menjauhi kerajaan. Tanpa basi-basi elia pun langsung berjalan cepat menuju kediamannya dan langsung bersorak senang. "Hahaha, akhirnya kaisar itu pergi juga" tawa Elia sampai membuat matanya berair. "Yang mulia kenapa anda tertawa?" Tanya Yuni heran pasalnya tadi atasannya itu terlihat sangat sedih tapi sekarang tertawa senang. "Yuni aku senang sekali karena tak ada lagi yang mengekangku" ucap Elia senang sambil jingkrak-jingkrak. "Bukankah tadi permaisuri sangat sedih saat kaisar akan berangkat berperang" ucap Yuni. "Itu hanya ekting sebagai formalitas saja" ucap Elia. "Eting, omalitas?, apa itu permaisuri?" Tanya Yuni. "Sudahlah lupakan yang penting sekarang aku lagi bahagia Yuni" ucap elia. "Tap..." "Jangan buat aku kesal Yuni" ucap Elia memotong ucapan Yuni. Yuni heran melihat atasannya itu disaat wanita lain sedih ditinggal suaminya berperang tak tahu akan kembal atau tidak, tapi permaisurinya itu malah sangat bahagia ditinggal kaisar. "Permaisuri sudah berubah" batin Yuni. Padahal dulu permaisurinya itu akan menangis berhari-hari bahkan tak mau makan saat ditinggal kaisar untuk berperang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD