Pertemuan Kembali

1059 Words
"Permaisuri dari mana kamu?" Tanya kaisar dingin sambil mencekal tangan Elia. "Memangnya aku dari mana?" Tanya balik Elia dengan santai. "Jangan balik bertanya, jawab pertanyaan zhen" geram kaisar tersulut emosi. "Apa pedulimu" ucap Elia santai tak memperdulikan kaisar yang tengah menahan emosinya. "Zhen ini suamimu" jawab kaisar Grain. "Suami?, sejak kapan?, bukannya kau tak pernah menganggap aku ada?" Tanya Elia, dan kaisar pun terdiam. Elia pun langsung pergi saat melihat kaisar hanya diam tak bisa membalas ucapanya. "Sialan tuh kaisar, bilangnya aja suami, ehh istrinya malah dijadiin pajangan, emang gue patung harus diem disatu tempat, ihh ogah banget" gumam Elia setelah sampai dikamarnya. "Mohon maaf yang mulia permaisuri, selir agung ingin bertemu dengan yang mulia" ucap Yuni. Elia pun kaget bahkan yang tadinya tiduran langsung berdiri saat mendengar ucapan Yuni. "Sialan mau apa sih rubah itu" gumam Elia. "Suruh dia masuk" ucap Elia kemudian. "Salam permaisuri semoga sejahtera" ucap selir Vira. "Silahkan duduk selir agung" ucap Elia sambil menunjuk kursi yang ada disudut kamarnya. "Dayang yuni siapkan teh dan cemilan" ucap Elia pada Yuni. "Ada gerangan apa selir agung menemui permaisuri ini?" Tanya Elia sambil mendudukkan dirinya dengan santai. "Selir agung ini hanya ingin menanyakan kondisi permaisuri" ucap selir Vira dengan senyum terpaksa. "Permaisuri ini baik-baik saja selir agung, seperti yang kamu liat sekarang" ucap Elia. "Syukurlah kalau permaisuri sudah baik-baik saja" ucap selir Vira. "Permisi yang mulia" ucap Yuni sambil menghidangkan teh dan celilan diatas meja. "Terima kasih atas jamuan yang permaisuri berikan pada selir ini" ucap selir Vira. "Tidak perlu berterima kasih kan seharusnya kita memberi jamuan pada istri kaisar yang lainnya" ucap Elia tersenyum. "Iya, kalau begitu selir ini undur diri masih banyak yang harus dikerjakan" ucap selir Vira sambil berdiri. "Iya silahkan, datanglah kemari lagi jika selir ada waktu luang" ucap Elia. "Pasti, permaisuri juga harus datang kekediaman selir ini, karena disana selalu ada yang mulia kaisar" ucap selir Vira sambil memprovokasi elia. "Baiklah nanti permaisuri ini kesana" ucap Elia. "Suatu kehormatan bagi selir ini jika dikunjungi permaisuri" ucap selir Vira lalu pergi dari kediaman Elia. Setelah melihat selir vira berlalu Elia hanya mendengus kesal. "Rupanya dia berusaha memprovokasiku ternyata" guman Elia. "Lagian gak mungkin kaisar tripleks itu mau berlama-lama meninggalkan berkas yang menumpuknya itu" lanjut Elia sambil tersenyum sinis, lalu kembali berjalan memasuki kamarnya. Disisi lain selir Vira terlihat sangat kesal dengan respon yang diberikan oleh permaisuri, yang biasanya selalu semangat jika berkaitan dengan kaisar tapi sekarang malah terlihat biasa saja dan terkesan cuek. "Sial kenapa dia berubah" geram selir Vira sambil melempar barang yang ada desekitarnya bahkan para dayangnya pun ketakutan. "Awas saja kamu elia, aku akan melengserkanmu dari posisimu dan aku yang akan menjadi permaisuri" ucap selir Vira menggebu. "Permisi selir agung, yang mulia kaisar ingin bertemu" ucap dayang pribadinya. Seketika senyum selir Vira pun mengembang dengan lebar. "Bersihkan semua kekacauan ini" ucap selir Vira pada beberapa dayang yang berada disudut kamarnya. Tanpa bantahan para dayangnya pun melaksanakan perintah dari selir Vira. "Yang mulia kaisar pasti ingin bermalam denganku" batin selir Vira senang. "Suruh yang mulia masuk" ucap selir Vira semangat sambil membenarkan tatanan baju dan merias dirinya dengan cepat. "Salam yang mulia" ucap selir Vira dengan senyum manisnya saat kaisar masuki kamarnya. "Bagaimana kabarmu grain'er?" Tanya selir Vira. "Baik" jawab kaisar singkat. "Silahkan duduk, aku akan menyiapkan teh dan cemilan untukmu" lanjut selir Vira sambil berlalu. Selir vira berani bicara biasa saja pada kaisar karena kaisar pun hanya diam saja saat dia berbicara seperti itu, jadi selir Vira berpikir kaisar mulai menyukainya tapi malu mengatakannya. "Silahkan diminum Grain'er, teh ini aku sendiri yang buat sepesial buat kamu" ucap selir Vira bangga, padahal yang membuat itu semua dayangnya. "Terima kasih" ucap kaisar sambil menyeruput teh. "Bagaimana dengan keuangan harem?" Tanya kaisar. "Semuanya baik Grain'er, aku sudah membaginya sesuai perintah darimu, begitupun dengan bahan makanan" ucap selir Vira bohong. "Baguslah, jangan lupa besok akan ada tamu dari kerajaan sebrang, siapkan semua dengan baik" ucap kaisar santai. "Baik Grain'er, semuanya sudah siap mulai dari penyambutan sampai perjamuan semuanya sudah selesai" ucap selir Vira dan diangguki kaisar. "Yasudah kalau begitu zhen akan kembali keruang kerja" ucap kaisar sambil berdiri. "Apakah Grain'er mau bermalam dikediaman selir ini?" Tanya selir Vira semangat. "Tidak, zhen akan bermalam dikediaman permaisuri" ucap kaisar lalu pergi meninggalkan selir Vira. Bermalam dikediaman permaisuri hanya kebohongan yang diberikan oleh kaisar karena kalau kaisar bilang tidur dikediamannya, selir Vira akan merengek agar kaisar bermalam dikediamannya, dan saat ini kaisar tak mau meladeni selir Vira. "HAAH, permaisuri lagi, permaisuri lagi, kenapa harus dia yang kaisar pilih" teriak marah selir Vira. "Awas saja kau Elia aku akan menyingkirkanmu seperti cou huri rai" ucap selir Vira menggebu. Diruang kerjanya kaisar sedang berkutit dengan berkas-berkas kemudian teringat kata-katanya pada selir Vira bahwa dia akan bermalam dikediaman permaisuri. "Bagaimana jika kata-kata itu menjadi nyata" batin kaisar. "Kasim Hou" "Hamba yang mulia" ucap kasim Hou sambil memberi hormat. "Sampaikan pada permaisuri zhen akan bermalam dikediamannya" ucap kaisar. Kasim Hou pun terkaget dan terbengong mendengar ucapan kaisar, karena selama ini kaisar tak pernah bermalam dikediaman istrinya. "Kasim Hou" sentak kaisar. "Hamba yang mulia, siap laksanakan" ucap kasim Hou saat tersadar dari kagetnya. Kasim hou pun segera berjalan menuju kediaman permaisuri dengan cepat. Elia sedang membaca buku tentang pengobatan digazebonya, tiba-tiba saja dayang yuni menyampaikan bahwa kasim Hou ingin menemuinya. Elia hanya acuh dan berpikir bahwa kasim Hou akan menyampaikan hukuman untuk dirinya karena keluar istana tanpa izin dari kaisar. "Salam yang mulia permaisuri" ucap kasim Hou memberi salam. "Ada apa kasim hou, hukuman apa yang atasanmu itu berikan padaku?" Tanya Elia to the point. Kasim Hou pun bingung kenapa permaisurinya ini menyimpulkan kedatangannya dengan menyampaikan hukuman. "Begini yang mulia permaisuri saya ingin menyampaikan bahwa yang mulia kaisar akan bermalam dikediaman permaisuri malam ini" ucap kasim Hou. "APA!" kaget Elia. "Benar yang mulia sendiri yang menyuruh hamba untuk menyampaikan" ucap kasim Hou dan menyangka permaisuri terkaget karena senang. "Kalau begitu hamba undur diri" ucap kasim Hou berlalu. "Dayang Yuni apakah aku gak salah dengar?" Tanya Elia. "Tidak permaisuri, kaisar ingin bermalam denganmu malam ini" jawab Yuni. "Ini gak bisa dibiarin, aku harus cari cara agar kaisar itu tak masuk kekamarku" gumam Elia yang masih didengar oleh Yuni. "Bukankan ini yang ditunggu-tunggu permaisuri dari dulu, agar kaisar bermalam dikediaman permaisuri" ucap Yuni. "Itu dulu Yuni, sekarang aku tak mengharapkannya lagi" ucap Elia. Elia pun memikirkan berbagai cara untuk mengusir kaisar dari kediamannya nanti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD