"Sebenarnya siapa diriku diistana ini" ucap lirih Elia.
Kaisar tak tega melihat permaisurinya seperti itu, dia pun langsung menndekat dan memeluk tubuh Elia, bahkan Elia memberontak pun dia malah mengeratkan pelukannya.
"Lepas" ucap Elia tegas, kaisar pun melepaskan pelukannya.
"Permaisuri..."
"Lebih baik yang mulia keluar dari kamar saya" ucap Elia memotong ucapan kaisar.
"Kamu berani mengusir zhen permaisuri" ucap kaisar.
"Tolong keluar yang mulia" ucap Elia lirih.
Kaisar mau tak mau pun keluar dari kadiaman permaisurinya.
"Aaaahhhhh" teriak Elia.
"Jangan ada yang masuk" teriak Elia saat para dayang dan prajurit akan memasuki kamarnya.
"Hikss,, hikss,, Al aku gak mau disini, tolong jemput aku, hikss,, disini aku sendiri,, aku takut Al, hikss" ucap Elia sambil memeluk lututnya dan menangis.
Setelah lama menangis Elia pun tertidur karena kelelahan.
"Siapa Al?, siapa Alfaza?"
Sedari tadi kaisar belum beranjak dari kamar sang permaisuri dia hanya menghilangkan dirinya agar tak terlihat oleh permaisuri.
"Zhen harus cari tahu" ucap kaisar lalu kembali keruang kerjanya.
"Keiu" teriak kaisar.
"Hamba yang mulia" ucap orang yang tiba-tiba muncul didepannya.
"Cari tau siapa al dan Alfaza, cari orangnya dan bawa kehadapan zhen" perintah kaisar.
"Laksanakan yang mulia" ucap Keui dan langsung pergi.
"Apa sebenarnya yang terjadi dengan permaisuri selama ini sehingga membuatnya berubah" batin kaisar yang terus memikirkan perubahan permaisurinya.
Ditempat lain permaisuri sedang asik tertidur tiba-tiba ada yang membangunkannya dengan suara keras.
AMELIA
AMELIA
AMELIA
"Siapa kamu?, kenapa bisa tau namaku?, dan tempat apa ini?" Tanya amelia bertubi-tubi.
"Tenang Amelia, aku Haw Elia Yin" ucap Elia.
"Ohh, jadi lu haw Elia yin, kenapa lu bawa gue kesini" ucap Amelia marah dan kesal.
"Tenanglah Amelia" ucap Elia lagi.
"Gimana gue bisa tenang, tiba-tiba gue bangun gak tau ada dimana" ucap Amelia kesal.
"Begini Amelia...."
"Heh, lu seenaknya saja bawa gue kedunia lu, lu punya masalah ya sama gue?, gue itu mau menikah sama Alfaza Graino Alamsyah, minggu depan tau" ucap Amelia greget.
"Amelia..."
"Dan lu dengan enaknya jidat bawa gue kesini, mending enak, terus dibully mah iya" ucap Amelia yang lagi-lagi memotong ucapan Elia.
"Amelia tolong dengerin ucapanku" ucap Elia.
"Mau ngomong apa sih lama banget, cepet,, setelah itu lu harus balikin gue kedunia gue" ucap Amelia.
Elia pun menghela nafas kasar, 'ternya susah sekali ngomong sama orang masa depan' batin Elia.
"Cepet ngomong, katanya lu mau ngomong" ucap Amelia kesal.
'Untung Elia sabar'
"Amelia kamu harus gantiin aku disini, balas semua orang yang pernah nyakiti aku..." ucap Elia.
"Oke, oke, gue tau setelah itu gue bisa balik kedunia gue kan" ucap Amelia.
"Kamu tidak bisa kembali keduniamu, karena sesungguhnya duniamu disini" ucap Elia.
"Apa maksud lu permaisuri" ucap Elia kesal.
"Iya kamu disana telah tiada, dan selamanya kamu akan berada disini" ucap Elia.
"Gak mungkin, terus gimana dengan al dia pasti sangat sedih" ucap Amelia.
"Kalau kalian berjodoh, pasti kalian akan dipersatukan" ucap Elia.
"Kamu baik-baik disini, balas semua orang yang menindasmu, dan jangan pernah sakiti suamiku, karena sekarang dia juga suamimu, aku pergi" ucap Elia sambil berjalan menjauhi Amelia.
"Kamu mau kemana?" Tanya Amelia.
"Aku akan pergi, disini bukan lagi tempatku, karena aku cuma sementara menggantikanmu, sebelum kamu datang, dan tempatmu yang sesungguhnya itu disini, dan kamu akan mendapatkan ingatan tentangku" ucap Elia lalu menghilang.
"Woy, gue belum selesai ngomong, yaelah udah pergi aja" ucap Elia dari teriak sampai ucapan lirih diakhir.
"Hahh, hahh, hahh" Amelia terbangun dari tidurnya.
"Sialan kau permaisuri, gue belum selesai ngomong" ucap Amelia kesal.
"YUNI" teriak Elia.
"Hamba permaisuri" ucap Yuni sambil tergesah menghampiri Elia.
"Siapkan air hangat untukku mandi" ucap Elia.
"Baik yang mulia" ucap Yuni sambil menbungkukkan badannya.
"Tenang permaisuri, akan gue balas semua orang yang telah menyakitimu, termasuk suami brengsekmu itu, akan ku buat dia menyesal karena mengabaikan wanita cantik dan baik sepertimu" ucap Elia sambil mengepalkan tangannya.
"Air sudah siap yang mulia permaisuri" ucap Yuni.
Elia pun mengangguk dan menuju tempat pemandian tanpa diikuti Yuni.
"Huhh segarnya" ucap Elia.
"Emm, aku harus rencanain sesuatu dimulai dari yang bawah, para dayang yang menghina, terus para selir kesayangan kaisar" gumam Elia.
'Jangan kalian kira aku orang baik, liat saja sekali kalian berbuat kasar sama gue, penderitaan yang akan kalian dapat' batin Elia sambil tertawa jahat.
"Huhh, bisa-bisanya aku terlempar kezaman yang kuno ini, ada-ada aja" gumam Elia sambil menggelengkan kepalanya lalu meniup busa ditangannya.
Elia pun melanjutkan mandinya setelah itu kembali menanggil yuni untuk membantunya merias rambut.