Ungkapan Perasaan

1305 Words

"Kakak ipar ayok kita kesana" tunjuk Haung sambil menyeret lengan Elia. "Sabar Haung'er disini banyak orang" Elia menahan haung agar tak terpisah darinya. Mereka sekarang sedang berada dipasar yang begitu ramai dari biasanya, tanpa dengan pengawal satu pun. Mereka keluar dari istana, ah lebih tepatnya kabur. Siapa lagi yang mengusulkan kalau bukan si elia, sang kakak ipar yang tak bisa berdiam diri. "Kak, Haung mau ini" tunjuk haung pada kue-kue yang berjejer didepannya. "Bibi tolong bungkus kue ini, ini dan ini" ucap Elia sambil menunjuk beberapa kue. "Kak mau yang itu juga" saut Haung. "Baiklah, dengan yang itu juga bi" sambung Elia. "Baik nona, dan ini pesanannya" penjual itu memberikan beberapa bungkus kepada Elia, yang berisi kue-kue pesanannya. "Terima kasih, bibi" ucap Elia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD