Bertemu lagi dengan hari Selasa, sebagian murid kelas X IPA 1 hari itu terlihat hening. Pasalya, Bu Ratna guru mata pelajaran Kimia yang menegangkan itu adalah salah satu guru killer di sekolah mereka. Dan pelajaran Kimia akan dimulai pada jam pelajaran ke-3, kurang lebih setengah jam lagi.
Hening, hanya terdengar suara lipatan kertas serta goresan pena. Namun, tidak bagi Risa dan teman-temannya yang sedang terlihat santai namun ada kalanya mereka berulah berisik di kelas.
Ada Salsa, Diva, Rara, Nadya dan Arina. Mereka adalah teman terdekat Risa di kelas selain Revan. Karena mereka ber-enam duduk berdekatan, bisa dibilang satu geng tapi ya begitulah.
Salsa, si cewek yang terbilang lumayan galak tapi baperan itu sedang asik membaca novel dari tadi. Ia sangat menyukai novel yang berbau percintaan. Jika tingkat kebaperannya itu kumat ketika mendapati kata-kata romantis pada novel yang dibacanya, tidak jarang ia malah berteriak histeris. Lebay, Sal.
Sementara itu, Diva. Cewek itu sedang asik berfoto ria. Teman Risa yang satu ini mendapat gelar 'ratu selfie' di kelas. Gini-gini dia selebgram, loh, ya. Followers-nya sudah menginjak angka puluhan ribu. Selain itu, ia adalah admin official akun kelas mereka di i********:. Jadi, semua moment aneh yang terjadi di kelas Diva yang posting.
Selanjutnya ada Rara, hobinya menonton K-drama. Lihat aja isi galerinya, full gambar-gambar oppa yang lebih banyak daripada gambarnya sendiri. Belum lagi hardisk yang penuh dengan video k-pop dan k-drama. Wallpapernya menggunakan foto oppa. Bahkan parahnya, Rara sering mengaku-ngaku pacarnya oppa. Heleh, sementara yang lain hanya bisa menganga melihat kelakuan teman mereka yang satu ini.
Ada Nadya dan juga Arina, mereka saudara kembar tak seiras. Nadya adalah anak pertama sedangkan Arina lahir setelah Nadya yang hanya berselang waktu 14 menit. Saat ini mereka sedang ngerumpi-in masalah pernikahan antara Syahnaz Sadiqah dengan Ritchie Ismail alias Jeje Govinda— yang katanya sudah menyiapkan sebuah rumah untuk mereka tinggali bersama pasca menikah.
Sementara Risa sendiri sedang bingung dia mau ngapain. Pasalnya, teman-temannya sedang asik sendiri sedangkan Revan, dia sedang bobo cantik di pojok kelas.
"Omoo.. oppa gue ganteng bangettttttt..
kapan, ya, gue dinikahin?" ucap Rara ketika melihat video idolanya yang telah konser beberapa saat ini. Hal itu membuat Risa dan teman-temannya menatap Rara dengan tatapan heran.
"Opa maksud lo apaan, sih? Noh, opa gue di rumahnya udah bangkotan. Lo mau dinikahin sama dia?" sahut Arina yang duduk tepat di depan Rara menoleh ke arahnya
"Njay, lo kalo oon gak usah segitunya juga kali," ketus Rara
"Lo ngatain gue oon? Heh? Justru yang sebenernya kelihatan oon itu elo," rutuk Arina seolah tidak terima dengan perkataan Rara barusan.
"Emang iya kan? Oon," sahut Rara, merotasikan bola matanya malas.
Cekrek!
Suara jepretan kamera terdengar dari tempat duduk di samping Rara, ulah siapa lagi kalo bukan Diva.
"Lo ngapain?" tanya Rara dan Arina berbarengan.
"Mau bikin snapgram pake hastag temen gue rebutan opa-opa," sahut Diva dengan santainya.
"k*****t lo ya, lo mau gue unfoll?" tanya Rara.
Diva memang selalu kalah jika mendengar ancaman dari Rara, ia sangat takut jika followers-nya berkurang.
"Eh jangan, dong, jangan. Iya deh, gue nggak jadi," sahut Diva dengan nada memelas.
"Nah gitu dong, baru chingu gue," kekeh Rara.
Tok tok!
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kelas, semua murid di kelas tersebut segera menghentikan aktivitas mereka. Perlahan-lahan pintu kelas mulai terbuka, tiba-tiba—
"SURPRISEEEE!!!" teriak Adit mengagetkan mereka semua.
"Bangke lo ya, gue kira Bu Ratna!" rutuk Revan yang terbangun dari tidurnya.
"Tau, nih. Untung gue gak jantungan, hobi banget sih lo, Dit, ngagetin orang!" kesal Diva.
"Haha sorry guys, gue punya kabar gembira buat lo pada. Bu Ratna hari ini gak jadi masuk. Karena ada urusan mendadak katanya," sahut Adit.
"Demi apa? Lo bilang Bu Ratna gajadi masuk? Ya ampun, gue jadi pengen sujud syukur sekarang!" tambah Nadya.
"Kalo mau sujud syukur gausah bilang-bilang kali, Nad. Ini gue bersihin dulu lantainya biar lo lebih khusyuk sujudnya," sahut saudara kembarnya yang pecicilan itu sambil memegang sapu ijuk yang baru saja ia ambil dari balik pintu kelas— hal itu membuat Nadya melotot dengan tatapan tajam kepada Arina.
Arina terdiam. Gila, dari tadi gue mulu yang disalahin. Mending gue diem aja kali, yak? Batin Arina.
Suasana kelas kembali rame kayak pasar, barisan para cowok sedang asik main game online bareng. Sedangkan para cewek sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Bentar lagi jam istirahat, ngantin yukk. perut gue udah keroncongan nih," ajak Salsa kepada kelima temannya.
"Bentar dulu deh, nunggu bel bunyi," sahut Risa.
"Lama banget, dah. Lagian ntar keburu rame, Ris," ucap Salsa lagi, sambil memegangi perutnya.
"Iya bener banget, tuh. Keburu rame ntar gak kebagian jatah," tambah Diva
"Ya udah deh, ayok," sahut Risa meng-iyakan ajakan temannya.
Suasana kantin masih sepi, ya iyalah sepi— ini kan masih jam pelajaran bukan jam istirahat.
Salsa yang sedari tadi memang sudah kelaparan segera memesan apa yang diinginkannya "Bi, teh anget sama nasi goreng satu ya."
"Saya sama Diva mesen teh es sama baso nya, Bi. Sambal cabe nya banyakin. Dan satu lagi, teh es nya jangan kemanisan," tambah Nadya
"Siap, Non, bentar ya," sahut Bibi pelayan di kantin itu.
"Lo pada gak mesen apa-apa?" Nadya menudingkan pertanyaannya kepada Risa, Rara dan Arina.
"Gue gak laper, ngeliatin muka lo bertiga lagi makan juga gue udah kenyang," sahut Risa.
"Gue laper, sih, tapi gak ah. Gue mau diet. Lagian sekarang my baby honey sweety taehyung lagi live," sahut Rara sambil cengengesan.
"Lo udah mesen? kok gak bilang-bilang?" Arina malah nanya balik pada kakaknya— Nadya.
Salsa merotasikan bola mata, malas. "Lo punya kuping gak kepake ya? Dari tadi kita teriak-teriak mesen makanan lo gak denger sama sekali? Dasar budek."
"Apaan, sih, Sal. Lo jadi cewek kasar banget. Pantesan jomblo!" rutuk Arina.
"Lo ngatain gue jomblo? wahh minta dihajar ni anak." Salsa mengepalkan kedua tangannya.
"Udah, udah, nggak usah ribut. Malu tau gak, sih?" Risa mencoba melerai keributan antara kedua temannya itu.
"Makanya, Nad. Ajak ke dokter kek adek lo biar tau Arina sebenarnya mengidap penyakit apa," kekeh Diva yang sedari tadi tidak banyak bicara karena sedang asik berselfie ria.
"Iya, kayaknya gue perlu lapor nih ke papa kalo lo sebenarnya punya penyakit aneh. Tiap hari makin gak jelas," kata Nadya pada adiknya, Arina.
Bel tanda istirahat telah berbunyi, semua murid yang ada di kelas berbondong-bondong ke luar dari kelas mereka masing-masing.