Jangan lupa untuk tap Love ya, Sayang. Follow juga akun ini jika kalian tidak keberatan.
Terima kasih.
****
"....Jadi...apakah kau sudah siap, istriku?"
Suara Li Tang Shi terdengar sangat posesif dan dominan. Berbeda dengan pembawaan Li Tang Shi yang tenang, Wang Qi Qi semakin gemetar ketika pria itu dengan sengaja mengucapkan nada kepemilikannya.
"Jika kau sudah siap kita akan mulai dari sekarang." imbuhnya dengan nada lembut.
Li Tang Shi beranjak berdiri, pria bersurai perak itu berjalan mendekat ke arah Wang Qi Qi. Dengan seksama ia memperhatikan manik hitam yang berkilat-kilat menahan rasa takut yang luar biasa. Secarik senyum tersungging si bibir Li Tang Shi, wajah ketakutan Wang Qi Qi selalu memacunya untuk mendapatkan lebih. Bagaimana bisa ia melepaskan gadis seimut ini ah?
Jemari itu membelai rambut sang gadis, perlahan ia melepas satu per satu aksesoris rambut Wang Qi Qi yang terlihat sangat berat di kepalanya. Li Tang Si tak mengucap sepatah katapun hingga akhirnya ia kembali duduk di hadapan Wang Qi Qi, menatap gadis itu dengan seksama sambil menikmati aura suram yang meliputi diri Wang Qi Qi-nya.
"Kau diam itu berarti kau sudah siap. Jadi aku akan membahasnya satu per satu malam ini," ungkap Li Tang Shi seraya memgamati tusuk rambut Wang Qi Qi yang kini berada di tangannya.
"Kau memang orang jahat, Li Tang Shi," gumam Wang Qi Qi mengutuk. Itu suara pertama Wang Qi Qi setelah sekian lama suaranya tertahan di tenggorokan.
Mata cantik Li Tang Shi dengan cepat beralih ke arah Wang Qi Qi, mendengar umpatan keren tersebut sang pria hanya terkekeh pelan seolah ia sendiri tak menampik kenyataan jika memang dirinya jahat. "Kau tahu, kau terdengar sangat seksi jika mengumpatku," pujinya.
Pujian itu sama sekali tak membuat Wang Qi Qi merasa baik, gemetar di tubuhnya terasa semakin menjadi. Melihat hal itu, Li Tang Shi berusaha mengabaikannya dan terus fokus pada tujuannya. Ya, ia hanya menginginkan sedikit upah dari kerja kerasnya.
"Baiklah kita mulai sekarang, Qi Qi-ku yang manis. Jadi.... bulan ini aku sudah menyelesaikan berbagai tugas darimu. Aku hitung semuanya kira-kira ada empat pemberontakan yang sudah aku tangani dengan baik. Selain itu, semua orang yang sudah menggunjingmu juga tak luput dari tebasan pedangku. Berbagai hal kecil yang membuatmu kecewa juga tak pernah lepas dari bidikan mataku jadi....berapa upah yang akan kau berikan padaku,Qi Qi-ku yang manis?" terang Li Tang Shi dengan tenang.
Warna wajah Wang Qi Qi segera berubah, gadis itu tak menjawab namun dalam batinnya ia meraung hebat. Jemari lentik yang ia sembunyikan di balik lengan hanfunya yang panjang hanya bisa meremas kesal dan sesekali mengepal erat.
"Seperti biasa, aku menginginkan upah yang seperti biasanya. Mungkin kali ini tiga kali lipat...."
"KAU MEMERASKU!" gertak Wang Qi Qi dengan nada keras. Gadis itu sudah tidak tahan dalam menghadapi sikap keterlaluan dari Li Tang Shi.
Sang pria menaikkan sebelah alisnya, ia tidak terkejut jika Wang Qi Qi berubah menjadi sangat marah ketika ia menaikkan tarif upahnya menjadi tiga kali lipat. Ya, tiga kali lipat dan itu berarti Wang Qi Qi akan bermain dengannya tiga kali dalam semalam.
"Apa kau keberatan?"
"Kau tak henti-hentinya merepotkan hidupku, Panglima...."
"Suami,- aku suamimu Wang Qi Qi," sahut Li Tang Shi membenarkan.
Mendesah kesal, Wang Qi Qi mempunyai keberanian untuk bangkit dari duduknya. Mata indahnya menyorot tajam ke arah Li Tang Shi yang bersender di kursi seraya bersedekap menatap tingkah polahnya.
"Kau sudah menyeretku pada perjanjian yang sama sekali tidak aku ingini, aku tidak membutuhkan bantuanmu namun kau tiba-tiba datang menawarkan bantuan dan memaksaku untuk menandatangani perjanjian itu. Tidakkah ini gila? Kau bahkan selalu memanggilku istri...istri dan istri, kau kira kita sudah menikah? Berhentilah berkhayal, Panglima Li Tang Shi. Jangan permainkan hidupku lagi, mulai malam ini jangan menagih upah lagi padaku karena aku sendiri tidak menginginkan perjanjian itu," tegas Wang Qi Qi keras.
Gadis itu segera berbalik badan, langkah terburunya terhenti ketika dengan tiba-tiba pintu mengunci sendiri disusul dengan padamnya beberapa api di dalam lampu lampion gedung Tingsong secara bersamaan. "Kau takkan bisa lari, Wang Qi Qi. Perjanjian dengan darah tidak bisa dihindari walau dengan cara apapun. Jadi....." Li Tang Shi berkata tenang lalu beranjak berdiri, "Datanglah kemari gadisku!"
Jantung Wang Qi Qi berdebar keras, segala macam perbuatan gila yang dilakukan Li Tang Shi bulan lalu kini terekam kembali di memori otaknya. Semakin ia mengingatnya, semakin takut ia dibuatnya. Tanpa sadar Li Tang Shi sudah sampai di belakangnya, pria itu menarik lengan Wang Qi Qi dan membalikkan tubuh mungil sang ratu. "Kau istriku, kammu harus mematuhi segala bentuk ucapan dari suamimu."
Mata mereka saling menumbuk satu sama lain. Muak dengan Li Tang Shi, Wang Qi Qi mendorong tubuh sang panglima menjauh namun reaksi yang diberikan Li Tang Shi sungguh sangat mengejutkan. Pria bersurai perak itu semakin menghimpit tubuh Wang Qi Qi, tak sejengkal pun ia membiarkan pinggang Wang Qi Qi menjauh dari tubuhnya.
"Sampai kapanpun aku hanya akan mengenalmu sebagai penipu," cebik Wang Qi Qi kesal seraya melotot ke arah Li Tang Shi.
Tak peduli dengan hujatan Wang Qi Qi, Li Tang Shi segera menyambar bibir kenyal gadis tersebut. Merasa dirinya terancam, Wang Qi Qi meronta sekuat tenaga. Namun tenaganya tidaklah seberapa dibandingkan dengan tenaga sang panglima. Gadis itu menutup rapat-rapat mulutnya, sebisa mungkin ia takkan kehilangan jiwanya malam ini.
Melihat Wang Qi Qi begitu gigih menutup rapat mulutnya, Li Tang Shi merasa sangat gemas. Dengan jari yang lentik ia mencubit pinggang gadisnya cukup keras. Wang Qi Qi terhenyak, mau tak mau ia membuka mulutnya karena merasa sangat kaget dan ingin berteriak. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Li Tang Shi, sang pria tampan segera menghisap seperempat nyawa yang dimiliki Wang Qi Qi.
Perih, ngilu.
Wang Qi Qi menahan sakit ketika sesuatu yang hidup dalam jiwanya dirampas paksa oleh Li Tang Shi. Napas yang ia punya hanya tinggal satu-satu, gadis itu memucat tatkala dengan nikmat Li Tang Shi menghirup nyawanya.
Bruukk.
Tubuh Wang Qi Qi ambruk ke lantai, tanpa penopang gadis berhanfu hijau itu lumpuh tak berdaya. Napasnya tersengal berat, perlahan ia terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Li Tang Shi sengaja tidak menopang tubuh Wang Qi Qi ketika ia menghisap upahnya. Seperti siluman pada umumnya, Li Tang Shi menatap manik sayu Wang Qi Qi dengan senyum menyeringai puas. "Bahkan sudah bertahun-tahun aku bercinta denganmu, kau tetaplah gadis termanis yang aku kecap."
Komentar Li Tang Shi terdengar sangat menjijikkan, ia bahkan tidak berniat untuk menolong Wang Qi Qi-nya yang lemas tak berdaya. Tersenyum manis, Li Tang Shi berjongkok di depan Wang Qi Qi. Tangannya yang besar mengelus rambut istrinya yang terurai dengan sangat lembut, "Semakin kau membangkang maka semakin puas aku menikmatinya."
Wang Qi Qi melirik wajah Li Tang Shi penuh kebencian, pria itu tergelak dan tertawa. Berbeda dengan Li Tang Shi, Wang Qi Qi tak menjawab dan terus berusaha untuk bangkit berdiri. Namun apa daya kedua kakinya benar-benar tak bisa digerakkan. "Butuh pertolongan?"
"Tidak!" jawab Wang Qi Qi spontan.
Gadis itu terus bersikeras mempertahankan egonya, mencoba berdiri meskipun ambruk lagi. Melihat Wang Qi Qi terus-terusan seperti itu menumbuhkan perasaan sedikit kasihan di lubuk hati Li Tang Shi. Tanpa babibu lagi, pria yang terkenal berdarah dingin tersebut meraih tubuh Wang Qi Qi dan menggendongnya di depan dadanya yang kekar.
Walau memberontak, Li Tang Shi tak peduli. Dengan tenang ia membawa Wang Qi Qi merebah di atas ranjangnya yang empuk berisikan bulu angsa putih. Gadis itu menatap manik menyeramkan Li Tang Shi, tubuhnya kembali bergetar mengingat kejadian bulan lalu dimana setelah Li Tang Shi merebahkan dirinya di atas ranjang ia langsung pingsan tak sadarkan diri akibat 'hadiah istimewa' yang Li Tang Shi berikan.
"Sebagai seorang suami aku akan mengingatkanmu sekali lagi, Wang Qi Qi. Seumur hidup kau akan tetap terikat dengan perjanjian berdarah itu. Jika kau lupa maka aku dengan senang hati akan memberitahukannya kembali padamu." tawar Li Tang Shi seraya menguasai tubuh Wang Qi Qi.
"Cukup!" gumam Wang Qi Qi dibalik rasa lemah yang sedang ia sandang.
Li Tang Shi tersenyum samar, mendekatkan wajah mereka lantas berkata sedikit pelan, "Perjanjian pertama, dengan ditandatangani tetesan darahmu maka kau secara resmi menjadi istriku sampai kapanpun. Perjanjian kedua, setiap akhir bulan purnama kau wajib mendukung kelangsungan hidupku dengan memberikan nyawamu, memberikan darahmu dan juga bersedia tunduk menjadi pelayanku. Perjanjian ketiga, atas kesepakatan perjanjian pertama dan kedua maka aku, seseorang yang sudah mengikrarkan diri sebagai suamimu punya kewajiban melindungi dirimu, membebaskanmu dari segala ketakutan dan kekecewaan dalam dirimu. Wang Qi Qi kau sudah bersedia menjadi pelayanku seumur hidupmu jadi jangan berniat mengingkarinya apapun alasannya," tandas Li Tang Shi mengerikan.
"Kau tidak benar-benar membebaskanku dari rasa ketakutan, kau justru membuatku semakin takut karena sikapmu. Sebenarnya kau ini makhluk apa?" cebik Wang Qi Qi dengan roman wajah menahan sakit.
Li Tang Shi tak menjawab, pria itu justru sibuk menyingkap kerah pakaian Wang Qi Qi yang menutupi lehernya. Mengendus mengerikan, bahkan setiap tarikan napasnya berbau sarat aroma neraka yang pedih. "Kau ingin tahu aku siapa?"
Pertanyaan itu menguar di udara, Wang Qi Qi menyipitkan dua bola matanya yang kian merapat. Pergesekan tubuh mereka membuat Wang Qi Qi kian lemah, entah kenapa setiap akhir bulan purnama ia sama sekali tidak bisa mengontrol tubuhnya untuk tidak tertarik pada Li Tang Shi.
"Akhiri perjanjian ini! Semakin lama kau memanfaatkan tubuhku maka aku akan mati sebelum waktunya," desis Wang Qi Qi dengan mata hampir berkaca-kaca.
"Tidak! Sampai kapanpun pria ini tidak akan membiarkanmu mati meski sesakit apapun penderitaan yang kuberi. Wang Qi Qi....penuhi janjimu malam ini," bisik Li Tang Shi seraya menyerukkan wajahnya di leher Wang Qi Qi.
Belum sempat mengelak, Wang Qi Qi sudah bisa merasakan bagaimana tubuhnya seolah terbelah akibat hisapan Li Tang Shi di lehernya. Asap hitam mengepul dari tubuh ringkih itu, menggelepar bagai ikan kehilangan air Wang Qi Qi hanya bisa menggigit bibir bawah kuat-kuat.
Peluh Wang Qi Qi sangat deras, ia meremas seprei ranjang dengan kasar. Menahan derita akibat nyawanya disesap tanpa jeda, oh Dewa ini rasanya melebihi sakitnya mati.
Gadis itu ambruk, lunglai dan terkapar di ranjang. Matanya kering tak berairmata, napasnya berat bahkan ia lupa caranya bernapas. Sesekali tubuhnya yang terasa ringan bak kapas bergetar keras menahan serangan Li Tang Shi pada tubuhnya.
Sesak, ia ingin segera mengakhiri penderitaannya namun upah yang diminta Li Tang Shi sangatlah berat. Mampukah ia melewati malam panjang ini dengan buraian darah dan nyanyian kegelapan yang terus berdenging nyaring di otaknya. Mampukah?
****