Selamat membaca...
"Eunggghhh" lenguhan Astha terdengar di seluruh penjuru ruangan kamarnya, untung saat ini di rumahnya hanya ada dirinya dan ARTnya.
Astha kini sudah dalam posisi tidur terlentang di atas ranjang, tangannya meremas sprei kasurnya. Cumbuan Dean benar-benar membuat kepala Astha pening. Tulang di badannya terasa lolos begitu saja. Tubuhnya menggelinjang kuat menerima setiap sentuhan bibir Dean di kulitnya.
Dean memulai dengan mengecup kening Astha, kedua mata Astha, pipinya, lalu beralih ke hidungnya dan turun di bibir mungil Astha. Ciuman itu begitu lembut, membuat birahi Dean memuncak. Ia melepaskan tautan bibirnya dengan Astha beralih ke daun telinga Astha meniupnya pelan lalu menjilatnya dan menggigit pelan.
Dean turun beralih mengecupi leher mulus Astha, memberi tanda kepemilikan disana.
"Aaaaaaaah...., De..Aaaah" tangan Astha meremas pelan rambut Dean.
Dean turun beralih ke p****g pink milik Astha, lidahnya mulai bermain-main disana tangannya yang lain sibuk memilin p****g milik Astha.
"Eungggh...aaahhh ..Eunggh" Astha menggigit bibir bawahnya menimati sensasi sentuhan lidah basah Dean yang memainkan putingnya.
Dean turun mengecupi perut rata milik Astha, hingga dia sampai di kandang junior milik Astha. Junior Astha sudah berdiri dengan imutnya. Dean mendongak sebentar melihat Astha yang sedang menggigit bibir bawahnya, kemudian dia beralih lagi menatap junior Astha.
Perlahan ia turunkan celana piama Astha, namun tangan Dean ditahan Astha. Dean menatap mata Astha.
"Biar aku yang lakuin buat kamu De." Ucap Astha.
Dean tampak menyetujuinya. Astha bangun dari tidurnya dan langsung membuka kancing celana Dean.
Arjuna milik Dean sudah tegak berdiri menantang di depan Astha, ia dengan susah payah menelan ludahnya melihat betapa gagahnya arjuna Dean.
Astha membuka celana dalam Dean dan terlihatlah arjuna Dean yang menjulang ke depan. Astha segera memasukannya ke dalam mulutnya, mengemutnya seakan itu adalah lolypop yang tak akan pernah habis, perlahan ia gerakan kepalanya maju mundur. Dean merem melek mendapatkan b*****b dari Astha, tangannya kini membimbing kepala Astha.
"Aaaahhh Yang, ..Ahhhhh" desahan Dean terdengar.
Astha yang mendengar desahan Dean menyeringai puas.
"Yang aku udah gak tahan" ucap Dean sambil mengangkat kepala Astha.
Di rebahkannya Astha di ranjang lagi, kaki Astha Dean Angkat dan ia taruh di pundaknya. Entahlah Dean tidak pernah melakukan seks dengan laki-laku ia hanya mengikuti apa yang pernah dia lihat di dalam film p***o.
Dean memulainya dengan memasukkan satu jari kedalam lubang milik Astha, dua jari, tiga jari sampai Astha bisa beradaptasi.
"De, pelumas di laci" ujar Astha.
Dean langsung mengambilnya, kemudian ia oleskan pada arjunanya yang sudah menegang sejak tadi.
Perlahan Ia masukkan arjunanya ke dalam lubang sempit milik Astha.
Ini pertama kalinya bagi Astha. Astha merem melek menahan sakit yang ia rasakan.
"Yang, aku gak tega kalo sakit kita stop di sini aja" ujar Dean sambil menarik sedikit juniornya dari lubang milik Astha.
"Enggak, lanjut" jawab Astha sambil menahan tangan milik Dean.
Dean kemudian mengangguk dan melanjutkan aktivitasnya memasukan si arjuna ke dalam sarangnya.
Setelah masuk semua, Dean diam agar Astha bisa menyesuaikan terlebih dahulu.
"Move" ucap Astha sambil mengangguk.
Dean mencium bibir Astha mengalihkan Aatha dari rasa sakitnya. Ia tak ingin ini hanya nikmat untuknya saja.
Dean mulai menggerakkan pinggulnya pelan memaju mundurkan arjunanya. Awalnya ia bergerak denga ritme yang pelan namun lama kelamaan ritmenya menjadi semakin kencang.
"Aaaaahhhh, Dheeehhh Eunggghhh faster Dheehh please.... Deeper Dheeehhh Eunghhhh" desahan Astha menggema di kamarnya.
"As your wish beb" ucap Dean.
Dean semakin kencang menggenjot Astha.
"Eunghhjj... aaaahhh dhehhh f**k me harder De...ahhhhh Eungghhhhh Aaaaaahhhhh i'll c*m"
"Sebentar, tunggu aku kita keluar sama-sama".
Dean semakin kencang menggenjotnya hingga lubang Astha berkedut dan membuat arjuna Dean seperti di pijat.
Croot croot.
"Aaaaaaaahhhhhh...." tubuh Astha menggelinjang kuat. Cairan putih keluar dari juniornya mengotori perutnya dan Dean.
Dean terjatuh memeluk Astha. Melumat bibir Astha.
"Thank you beib and I love You" ujar Dean.
"Love You too" Astha menarik wajah Dean dan mencumbu bibir Dean.
Malam itu menjadi saksi cinta mereka berdua. Kini Astha sudah menjadi bagian dari Dean. Hanya Dean yang kini ada di hatinya. Bukankah Aran akan bahagia jika melihat Astha bahagia?
Astha tertidur di lengan Dean. Dean mengecup kening Astha.
"Besok kita kencan yuk De" ajak Astha.
"Kencan? Oh iya kita belum pernah kencan berdua."
"Gimana kalo kita ke kebun binatang aja?" Ajak Astha.
"Terserah kamu aja, yang penting ada kamu" .
"Janji?"
"Iya," jawab Dean.
"Thank you emmuach" ujar Astha sambil mencium pipi Dean. "Good night honey" ucap Astha.
* * *
"Kamu jangan deke-deket Yang nanti dia nyakar" ujar Dean yang melihat Astha sedang memberi pisang kepada seekor monyet.
"Lebay deh lo mah, gue laki. Di cakar juga gak papa" jawab Astha.
Saat ini mereka sedang ada di sebuah kebun binatang.
"Lihat deh Yang itu kan jerapahnya sama-sama jantan kenapa coba yng kecil itu deket-deketin mulu". Ujar Dean.
"Heh, k*****t pikiran lo ya." Jawab Astha sambil menoyor kepala Dean.
"Ih apaan? Kamu kali yang meaum. Dia deket-deket karena yang tlgede itu sodaranya. Wooo" ujar Dean.
Astha hanya memutar bolanya jengah. Saat sedang Asyik bercanda tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menangis. Astha yang melihatnya langsung melangkah menghampiri anak itu.
"Dedek kenapa?" Ujar Astha.
Dean yang melihat tingkah Astha hanya tersenyum. Ia tidak menyangka Astha mau menghampiri anak kecil yang menangis sendirian. Ya, itu adalah hal merepotkan memngingat Astha tidak suka mencampuri urusan orang lain.
Anak kecil itu masih saja menangis, Astha kemudian menuntunnya menuju bangku.
"Dedek kepisah dari mama?" Tsnya Astha.
Anak kecil itu hanya mengangguk. Astha kemudian menatap Dean. Dean menggerakkan mulutnya 'apa' dan Astha hanya membalasnya denfan tatapan memohon.
"Enggak ya aku gak mau ikut-ikut" unar Dean.
"Ayolah, kasihan"
"Emggak Yang itu merepotkan dan lagi kita gak tahu siapa orang tuanya" ucap Dean.
"Ok. Kalo gitu lo gak usah deket-deket gue lagi " ucap Astha.
"Kok gitu sih?"
"Bodo!!"
"Iya deh iya aku bantu. Kita ke pusat informasi aja." Ujar Dean mengalah.
Akhirnya Dean dan Astha menuntun anak kecil itu menuju pusat informasi.
Dean seperti memiliki Keluarga kecil pikirnya.
Sampai di pusat informasi Dean langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada petugs disana.
Lama menunggu akhirnya anak orang tua anak kecil itu datang. Mereka lantas mengucapkan terimakasih pada Dean dan Astha.
Setelah dari pusat informasi, Dean dan Astha memutuskan untuk melanjutkan kencan mereka.
Kini mereka duduk di sebuah tepi danau buatan di kebun binatang tersebut.
Mereka melihat burung pelikan sedang asyik berburu ikan-ikan kecil di danau tersebut.
"De.." panggil Astha.
"Iya Yang" jawab Dean.
"Lo lihat gak tadi gimana tatapan orang-orang ke kita?"
"Karena kamu manis" ucap Dean.
Astha menoleh ke arah Dean lalu menonjok pelan lengan atas Dean.
"Aku gak bercanda" ujar Astha. "Kamu gak nyesel kan karena udah milih aku?" Lanjut Astha.
Dean menggenggam tangan Astha tiba-tiba.
"Aku sayang kamu tulus dari hatiku. Walaupun kamu laki-laki aku tetap cinta kamu" ujar Dean.
"Tapi hubungan kita ini bakal di tentang sama siapapun." Ucap Astha.
"Selama kamu sama aku gak ada yang aku takutin kok Tha". Ujar Dean.
"Gombal" jawab Astha.
"I love You Mr. Gay"
"Makasih De, kamu udah mau berjuan buat aku. Buat yakinin aku kalau kamu emang beneran sayang sama aku. I love You too mr. Straight" jawab Astha.
Dean langsung menarik Astha ke dalam pelukannya.
Dean tidak pernah menyesal pernah berjuan untuk Astha, orang yang menjungkir balikan dunia Dean atas nama cinta.