Part |06|

1079 Words
Exposure. Kalau perasaanmu ketahuan, ungkapin aja langsung. Siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama. Perpustakaan Fasilkom tampak ramai saat hari menuju siang. Peta sengaja ke tempat itu untuk menikmati suasana selayaknya seorang mahasiswi kece badai. Ia senang bisa menghabiskan waktu sendirian di tempat itu. Selain itu, ia juga sengaja datang untuk mencari tahu tentang mahasiswa regular yang sedang diajari Mas Yuyus. Ia ingin mencari fans Mas Yuyus untuk dijadikan member Error 404. "Lo tahu kan kalau Mas Yuyus itu seru banget kalau ditanyain?" "Hooh, dia baik tahu." "Baik apa sih? Lo pada ngelihat mukanya doang sih." "Lo kenapa sih? Sensi amat." "Gue pernah dipermalukan tahu semester lalu. Lo tahu kan, gue tuh baru kenal kodingan. Gue nanya sama dia, ternyata error kodingan gue, ternyata cuma gara-gara titik koma doang. Dia ketawain sambil bilang ke anak-anak cowok." "HAHAHA." "Lo jahat ya! Kesel!" "Maaf deh." Tak berapa lama tinggallah hanya satu orang di antara mereka. Semuanya bergegas pergi sholat dan menitip tempat pada satu orang lainnya. Cewek itu cantik, putih dan salah satu fans Mas Yuyus. Peta bingung. Gimana cara mengajak cewek itu ngobrol? Hingga ia tahu bahwa cewek itu sedang memperhatikan benda yang Peta letakkan di atas meja. Nintendo Switch, game console yang baru saja ia beli. Ia yakin bahwa cewek itu tertarik pada benda miliknya itu. Ia pura-pura bermain dan akhirnya beranjak. "Mbak, mau minjem gak?" "Hah?" "Gue pinjemin deh buat lo Mbak. Tapi gue pinjem ponsel lo dong. Soalnya temen gue gak dateng-dateng. Gue cuma mau kirim SMS doang kok." "Eh, boleh sih. Tapi gue boleh minjem Nintendo punya lo nih?" "Iya, pakai aja." Peta langsung memberinya pada cewek itu. Cewek itu tidak sadar bahwa ponselnya sedang diutak-atik oleh Peta. Ia mengembalikannya sebelum teman-temannya kembali. Tak boleh ada wajah yang mengenalnya kecuali cewek itu. "Ini ponsel lo. Makasih ya. By the way, entar Nintendonya taruh meja gue aja. Sekalian gue nitip jagain, gue mau ke kantin." "Oh, iya-iya." Peta langsung ke kantin untuk menikmati makan siang yang lezat. Walaupun barang-barangnya ditinggalkan di perpustakaan itu, pasti tidak akan hilang. Tempat itu sangat terpercaya karena jarang ada malingnya. Seperti prediksi Peta, cewek itu pasti akan pergi sebelum ia kembali. Mereka akan ada mata kuliah Manajemen Bisnis jam 1 siang. Waktu yang tepat harus diperhitungkan dengan baik. Saatnya menunggu respon dari mereka. Peta memberi catatan bahwa channel itu ditujukan untuk YFC a.k.a Yuyus Fans Club. Ia akan memberikan informasi yang manis di awal-awal dan akan berakhir tragis. "Teng! Teng! Teng!" Notifikasi muncul dari banyak anggota. Lumayan. Kini channel itu beranggotakan 10 orang. Saatnya mengeluarkan jurus terdahsyat. Foto Mas Yuyus dengan mantannya, dosen mata kuliah Administrasi Bisnis. Foto itu didapat Peta dari akun f*******: orang lain yang berelasi dengan Mas Yuyus. Peta sampai lupa siapa pemilik foto itu saking panjangnya proses jelajah.        Bokki : Gila! Ini beneran?        Shabilla : Bu Riri mantannya Mas Yuyus?        Channela G : WTF!!        Pelita IL : HAH???        Nurshabrina : Gue mantan selanjutnya hihi       Bokki : Pede banget lo Nur. Awas ya entar abis kelas!       Shabilla : Ini channel siapa yang buat sih? Keren banget!       Dully Sijabat : Gak tau. Tapi mayan buat heppi2 xixixi       Bokki : Gue tunggu info selanjutnya ya min. :D Hari ini cukup sekian dan terima kasih. Semua orang layak tahu siapa mantannya Mas Yuyus. Saatnya pencarian informasi lain. Kali ini dengan hacking platform kebanggaan Fasilkom UI, SKALA. Ini tidak akan mudah. Tapi hanya untuk dapat informasi tentang Mas Yuyus rasanya tak seberat itu. Ia hanya perlu tahu dengan detail tentang dosen yang satu itu. Ia tak perlu melakukan kejahatan yang dulu ia lakukan di UNRI. Sudah cukup, masa lalu biarlah pergi menjauh. "Peta, lo ngapain?" Seseorang mengejutkan Peta. Semoga saja ia tak melihat ponsel usangnya yang berharga itu. Ada Rama, cowok madura yang kerja di jasa expedisi Silambat. "Hai Ram, lagi bosan aja." "Lo gak kerja?" Jawab jujur apa engga? Jawab jujur apa engga? "Kerja Ram. Setengah hari." Lagi-lagi dusta! "Sama dong! Hmmm, oh ya Ta, gue boleh nanya sesuatu gak?" "Hah? Iya, terserah lo aja." "Shava tuh orangnya gimana ya, Ta?" Baiklah baik. Rasanya cowok itu suka sama Shava. Uhuy, cintaku bersemi di kampus kece badai. Pikiran halusinasi di otak Peta bertindak liar. Ia merasa bangga sebagai orang yang ditanyain Rama. Ya, baru kali ini ia merasa penting bagi orang lain. Sejak dulu, Peta tak pernah punya teman dekat. Masa diploma dulu, ia sering dimusuhi karena pintar sendiri dan pendiam. Peta tak suka bergaul dan dia membuat tembok tinggi dengan teman-teman seangkatannya. Benny lah yang banyak mengubahnya selama ini. Peta menjadi pribadi yang lebih siap bersosialisasi. "Shava itu baik banget Ram. Dia itu cewek ramah dan polos banget. Lo suka dia ya?" "Kok, kok, lo tahu?" "Jelas dong. Buat apa lo nanya-nanya kalau gak suka?" "Tapi jangan bilang dia dong, Ta. Gue gak siap." "Jangan cemen dong Ram. Lo harus bisa dapatin dia. Dia masih jomblo." "Beneran?" "Yoai!" "Gue gak tahu ya, Ta. Sejak sering ngumpul bareng, gue jadi suka sama dia. Lo ngerti kan. Keseringan ketemu, eh lama-lama jadi suka. Tapi kayaknya dia cuek banget. Gue sengaja nanya-nanya tugas sama dia, tapi dia jawabnya dingin banget." "Gue ngerti banget kok, Ram. Lo sabar aja. Pelan tapi pasti." "Thanks ya Ta. Rasanya lega bisa curhat." "Sama-sama. Santai aja sama gue mah." "Lo sendiri gimana? Lo punya pacar gak?" Apa ini? Pertanyaan apa ini? Apa maksud Rama? Gila kali ya? Gue harus jawab apa? No! Gue harus bohong, gue kan lagi ngincer Pangeran. "Gue juga jomblo, Ram." "Serius?" "Iya. Jangan bilang lo suka sama gue juga?" "Kagak lah. Mas Joko suka sama lo." Bagaikan dihantam ombak pantai yang menghancurkan karang. Begitulah perasaan Peta. Ia ingin mati saja. Dicintai oleh lelaki seperti Mas Joko itu sama saja dengan kehancuran dunia. Lelaki yang dari tampilannya saja bak om-om high class. Seketika Peta menyesal mengakui dirinya jomblo. "Lo jangan syok gitu dong. Gak ada yang salah dengan Mas Joko." "Bukan gitu Ram, tapi............." "Tapi apa? Mas Joko itu gajinya udah dua digit di Bukalawang. Dia udah selevel sama supervisor. Lo tinggal ongkang kaki aja ngabisin gaji dia." "Ini bukan soal gaji k*****t!" Gaji gue lebih gede kelles! "Terus apa? Gini-gini lo mandang fisik juga ya, Ta." "Bukan gitu Ram. Lo sadar gak sih, dia terlalu old untuk gue yang young!" Alasan klise untuk menolak sebuah pengakuan yang tak diinginkan. Coba saja si old diganti jadi Lee Min Ho, bayi baru lahir saja mau menerima cintanya dengan sukarela. Begitulah manusia yang doyan mencari kesempurnaan meski ia sadar bahwa ia tidak sempurna.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD