"Mama sudah pulang?" ekspresi wajah Aira berubah dengan cepat, seluas senyum lebar terpatri di bibir manisnya, "Maaf, semalam Aira tidur di kamar Mama karena memang kamar Mama sangat nyaman." "Terserah apa alasanmu! Yang penting sekarang cepat keluar dari kamar ini! Saya mau istirahat!" "Ah, iya." angguk Aira yang kemudian bangkit dari atas ranjang kemudian berjalan kearah pintu. "Mau pergi begitu saja, hah?! Ganti spreinya sekarang! Saya tidak mau tidur beralaskan sprei sisa aroma tubuhmu!" Sejenak Aira mematung saat mendengarkan kata yang keluar dari mulut sang Mama. "Kau tuli?! Saya bilang ganti spreinya!" "Iya. Akan Aira ganti sekarang tapi dimana Mama meletakkan spreinya?" "Tidak punya mata untuk melihat kalau diujung sana ada lemari?" Aira hanya tersenyum mendengar bentakan s

